Hutan Gundul dan Sampah sebabkan 650 Kepala Keluarga di Sumbawa terkena Banjir Bandang
Sumbawa, Talikanews.com – Sebanyak 650 Kepala Keluarga (KK) Masyarakat Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) terendam banjir bandang, pukul 02.05 Wita, Sabtu 8 Oktober 2022. Hal ini sebabkan hutan di wilayah setempat banyak yang gundul dan sampah menumpuk.
Kalak BPBD Provinsi NTB, Sahdan menyampaikan, banjir bandang tersebut disebabkan akibat intensitas hujan di wilayah itu tinggi
“Di wilayah Kecamatan Lunyuk dan sekitarnya, banyaknya lahan tandus akibat penebangan liar sehingga mengurangi intensitas penyerapan air tanah dan banyaknya penumpukan sampah dan sedimentasi di area aliran sungai yang mengakibatkan terjadinya pendangkalan dan penyumbatan aliran air sungai,” tutur Sahdan, Minggu 9 Oktober 2022.
Sahdan memaparkan data korban terdampak banjir sebanyak 650 KK, sampai saat ini belum ada korban jiwa. Selain itu, dua unit perumahan rusak berat, satu pondok pesantren NW Molong ikut terendam.
“Dampak lainnya, jaringan skunder kiri BLKI 2 di wilayah Dusun Kuara Angko Desa Lunyuk Rea terputus, distribusi air ke wilayah Lenang Somo dan dusun lainya terputus,” katanya.
Tidak hanya itu, sekitar 500 hektare sawah masyarakat terendam, kapal Nelayan mengalami kerusakan akibat terbawa banjir hinga tengah laut.
“Upaya yang dilakukan BPBD Sumbawa yakni koordinasi dengan Dinas terkait. Kemudian koordinasi dengan BMKG terkait perkembangan cuaca. Melakukan penyebaran informasi melalui Medsos,” ujar Sahdan.
Sahdan menambahkan, BPBD Sumbawa telah melakukan kaji cepat dan assesment serta koordinasi sengan stekholder terkait untuk penanganan lanjutan.
“Kebutuhan mendesak sperti Air gelas, mie instan, selimut, obat-obatan, dan beras. Alhamdulillah kondisi cuaca sudah kondusif,” kata dia.
Sahdan mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem (Fenomena La Nina) berupa angin kencang dan hujan lebat yang berpotensi menyebabkan terjadinya bencana Banjir, Tanah Longsor dan Angin Puting Beliung serta Gelombang Pasang. (TN-red)





