Komisi V DPRD NTB saksikan Pemberangkatan 97 orang CPMI ke Malaysia melalui PT Kijang, Ini pesannya

Mataram, Talikanews.com – Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB, H Jamhur menyaksikan keberangkatan 97 orang calon pekerja migran Indonesia (CPMI) tujuan Malaysia di Ladang perusahaan Tradewinds Plantation Berhad yang diberangkatkan PT Kijang Lombok Raya secara gratis, Kamis 6 Oktober 2022, di Mataram.

Pada kesempatan itu, Politisi PKB ini menekankan kepada para CPMI harus memiliki prinsip. Jangan terganggu oleh hal – hal negatif sehingga cita-cita sukses bisa digapai di tangan.

“Jangan sampai lupa istri, apalagi lupa diri akhirnya melupakan Ilahi. Kalau mau sukses harus membahagiakan istri dan keluarga di rumah, karena mereka akan berdoa juga buat kita selama menjadi migran terutama minta restu Ibu dan bapak. Prinsipnya bekerjalah di duniamu, jangan sampai melupakan ibadah,” pesannya.

Jamhur menekankan, tetaplah pegang rasa persaudaraan di negara orang, saling menjaga dan saling menghargai. Jangan sampai satu dua orang membuat masalah ujungnya semua terkena imbasnya. “Saya sangat mengapresiasi PT Kijang yang telah berjuang tiada henti untuk memulihkan perekonomian masyarakat melalui bekerja menjadi migran, terlebih memberangkatkan secara gratis,” ungkapnya.

Kabid Perluasan dan Penempatan Kerja pada Disnakertrans Provinsi NTB, Muh Ikhwan menyampaikan, hingga saat ini sebanyak 3.900 rekom sudah dikeluarkan tujuan Malaysia, yang sudah berangkat sekitar 1.700 orang. PT Kijang merupakan perusahaan nomor 1 terbanyak mendominasi pemberangkatkan.

“Kami sangat mengapresiasi karena setiap pemberangkatan PMI ke malaysia selalu ada dilakukan acara pelepasan,” katanya.

Ia berpesan agar CPMI menjaga nama baik diri sendiri, keluarga dan PT Kijang. Jangan sampai terbujuk rayu sehingga lari dari tempat bekerja, jangan sampai seperti itu. Karena kalau ada masalah kemudian lari dari tempat bekerja, hal ini akan menyulitkan Dinas melakukan pertanggungjawaban.

“Tetap sehat para CPMI, jangan lupa berdoa dan selalu memberi kabar kepada keluarga di rumah,” pintanya.

Kasi Penempatan pada BP2MI Mataram, Asip Yulianto berterima kasih kepada CPMI yang sudah memilih jalur legal. Hal ini disampaikan karena masih banyak yang berangkat jalur ilegal dengan biaya besar namun belum tentu terjamin keselamatan.

“Kami selalu mengurus korban – korban Migran yang berangkat secara ilegal. Kasian, pulang membawa hutang, dan tidak bisa dibayar,” ucapnya.

Asip menyarankan supaya berangkatlah melalui perusahaan yang bertanggungjawab terlebih difasilitasi biaya gratis seperti PT Kijang.

“Malaysia itu suka dengan orang Lombok, sehingga perusahaan pengguna itu membiayai pemberangkatkan kalian. Jadi sampaikan kepada keluarga di rumah, bahwa anda bekerja fokus dengan tujuan mencari modal dan pulangnya menjadi juragan,” tegasnya.

Kalau berangkat jalur legal, tentu mendapatkan lebih dari perusahaan. Fasilitas terjamin, bonus pun bisa didapatkan bahkan melebihi gaji pokok. Semua standar gaji perusahaan di Malaysia 1.500 ringgit, jika tekun bekerja maka gaji akan melebihi itu.

“Jaga nama baik bangsa Indonesia. Jaga nama baik daerah kita Lombok. Bekerja yang tekun disiplin jika ada masalah bicarakan dengan majikan, jika tidak bisa diselesaikan sampaikan ke PT Kijang atau langsung ke BP2MI,” pesannya.

Perwakilan PT Kijang, H Afrizal mengaku, pemberangkatan PT Kijang baru ke-14 kali, sekitar 741 orang, sejak akhir Agustus sampai 7 Oktober 2022.

“Kami tegaskan kembali bahwa uang jaminan sebesar Rp 2,5 juta untuk medical dan pasport, kami serahkan kembali kepada yang bersangkutan sebagai implementasi dan komitmen yang kuat bahwa menjadi PMI tujuan Malaysia itu gratis,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button