Belum penuhi Syarat 30 persen keterwakilan Perempuan, Pendaftaran Panwascam di NTB Diperpanjang

Mataram, Talikanews.com – Pengumuman kelulusan administrasi penjaringan calon Pengawas Kecamatan (Panwascam) di Provinsi Nusa Tenggara Barat telah berlangsung. Namun, Bawaslu Kabupaten/Kota kembali perpanjang pendaftaran lantaran belum memenuhi syarat 30 persen keterwakilan perempuam di masing – masing kecamatan.

“Ada perpanjangan pendaftaran dari tanggal 2 – 8 Oktober. Hal ini disebabkan karena belum terpenuhi 30 persen keterwakilan perempuan,” kata Ketua Bawaslu NTB, Itratip, Selasa 4 Oktober 2022, di Mataram.

Dikatakan Itratip, keterwakilan 30 persen perempuan itu merupakan amanah Undang-undang. Jika pendaftar di satu kecamatan mencapai 10 orang maka tiga pendaftar harus perempuan. Oleh karenanya jika pendaftar perempuan belum memenuhi kuota maka perpanjangan pasti dilakukan.

“Kita harapkan kaum perempuan bisa mendaftarkan diri,” harapnya.

Bawaslu sendiri belum melakukan kajian khusus mengapa pendaftar perempuan masih minim. Bisa jadi kalangan perempauan yang memenuhi kualifikasi sudah ada pekerjaan lain. Atau mereka lebih nyaman sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT).

“Kita belum pernah ada kajian secara khusus kenapa minat mereka cukup rendah,” kata putra Bayan KLU itu.

Itratip mengaku, Senin 3 Oktober 2022 Bawaslu Provinsi telah mengumpulkan seluruh koordinator SDM, Pencegahan Partisipasi dan Humas se NTB. Mereka akan ditanya apa kendalanya dan apa yang akan mereka lakukan supaya pada perpanjangan pendaftaran itu bisa terpenuhi 30 persen keterwakilan perempaun.

“Kita (Bawaslu) harus semakin masif jemput bola, melakukan sosialisasi pendekatan dengan aktivis perempuan,” terangnya.

“Kita berharap aktivis perempuan mendorong kadernya mengambil peran menjadi penyelenggara,” ujarnya.

Bawaslu Kabupaten/Kota diminta menyampaikan informasi perpanjangan itu sampai tingkat desa dengan harapan semua perangkat desa mengambil bagian memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kita berangkat dari pemikrian yang sama bahwa laki- laki dan perempuan punya kapasitas jelajah yang sama. Pertimbangannya apa kenapa minat mendaftar rendag perlu pemikiran bersama. Sehingga kita temukan apa yang yang jadi sebab,” urainya.

Itratip mengakui tugas Panwaslu kecamatan tidaklah ringan. Mereka banyak bertugas di lapangan yaitu mengawasi desa ke desa. Bisa saja faktor gerorafis kecamatan yang cukup luas dan daerah yang terpencil menjadi pertimbangan mereka sehingga rendah ikut mendaftar.

Bawaslu berharap besar mereka bisa ikut serta mendaftar sebagai penyelenggara. Pelibatan kaum perempuan ini, lanjutnya merupakan komitmen Bawaslu memberikan ruang bagi kaum perempuan sebagai Pengawas Pemilu. Sehingga ini salah satu yang membedakan dari rekrutmen Panwaslu Kecamatan sebelumnya.

Itratip mengatakan begitu kaum perempuan memenuhi syarat administrasi maka mereka akan mengikuti tahapan seleksi yang obyektif. Seperti Tes Computer sistem CAT. Hasil CAT itu akan diperengkingkan dari urutan pertama sampai enam besar.

“Ini kompetisi yang sama laki-laki dan perempuan,” katanya.

“Harapan kita dengan semakin banyaknya perempaun mendaftar maka probabilitaa terpilih semakin tinggi. Dibandingkan dengan minim pendaftar yaitu tentunya mimim juga kemungkinan mereka yang bisa lulus,” pungkasnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button