Batik Sasambo produksi Pelajar SMKN 5 Mataram tembus Arab Saudi

Lombok Barat, Talikanews.com – Batik produksi pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang disebut Sasak Samawa dan Mbojo (Samsambo) tembus Riyadh, Arab Saudi.
Kepala SMKN 5 Mataram, Haji Istiklal, S.Pd., M.Pd menyampaikan, batik Sasambo produksi pelajar SMKN 5 Mataram sudah dipakai oleh Kedutaan Indonesia yang ada di Arab Saudi.
“Beberapa bulan lalu, kita kirim sebanyak 200 lembar kain ke Riyadh Arab Saudi sebagai souvenir untuk dipakai di Riyadh, oleh Kedutaan Arab Saudi,” ungkap Istiklal di acara Rakernas 1, Aliansi Pendidikan Vokasi, Kamis 29 September di Senggigi Lombok Barat.
Istiklal menambahkan, batik Sasambo karya pelajar SMKN 5 Mataram program studi textile ini rencana akan dipasarkan ke Malaysia. Hal ini disampaikan karena sudah membangun komunikasi dengan pihak setempat untuk pengiriman batik tersebut.
Istiklal menjelaskan, produksi batik Sasambo tahun 2022 hingga bulan September ini tembus 2000 lembar, per lembar ukurannya 2,5 meter. Mengenai harga tergantung motif dan jenis. Kalau produk printing itu seharga Rp 50 ribu per meter. Sedangkan motif batik tulis itu seharga Rp 250 ribu per 2,5 meternya.
Istiklal menambahkan, dalam batik Sasambo itu berbagai macam motif, ada flora fauna, budaya dan etnik group di NTB sudah terwakili. Contoh, motif Lombok itu gambar Lumbung, kemudian Istana Raja dan Humalengge merupakan motif Bima.
“Ada juga motif perasaan, gendang beleq merupakan khas Lombok. Sedangkan untuk motif Flora dan Fauna, ada motif kangkung juga Kelor,” tuturnya.
Yang jelas kanjutnya, prgram study textile produksi pelajar SMK 5 Mataram ini sudah layak dipasar dan biasakan produksi ini diterima pasar.
“Ini yang membuat SMKN 5 Mataram masuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD),” ungkapnya.
Disinggung mengenai biaya produksi setiap batik? Istiklal menegaskan tergantung jenis dan motif, karena ada batik printing, batik cat dan batik tulis.
“Printing itu cepat prosesnya, tidak terlalu banyak memakan waktu, kalau cat harus harus dengan cara di cat dan batik tulis ini sangat sulit, butuh waktu lama,” tuturnya.
Istiklal targetkan tahun depan bisa produksi 5000 potong, karena sudah ada kemitraan pelatihan dan desain melahirkan batik motif mentaram dengan Pemkot Mataram, pada kegiatan festival Mataram stret fashion. Dimana, peserta wajib menggunakan baju Sasambo.
“Tentu ini Ini merupakan program industrialisasi seperti yang digalakkan Pemerintah Provinsi NTB, karena dipermudah oleh teknologi. Terlebih sudah ada teknik pelorotan,” pungkasnya.
Mudahan apa yang menjadi program studi textile SMKN 5 Mataram ini semakin dikenal. Apalagi saat ini, sebanyak 20 orang alumni SMKN 5 Mataram sudah bekerja membantu memproduksi batik Sasambo itu,” tutupnya (TN-red)





