Cipayung Plus Gelar Aksi Lanjutan Tolak kenaikan BBM di Kantor DPRD NTB hingga Petang

Mataram, Talikanews.com – Massa aksi dari Cipayung Plus melakukan aksi lanjutan menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kantor DPRD NTB hingga petang.
Dalam orasinya mereka menuntut enam poin yang diarahkan pada pemerintah, aparat penegak hukum, dan lembaga perwakilan rakyat.
“Kenaikan ini telah berpengaruh terhadap harga barang dan jasa lainnya,” kata Ketua HMI Cabang Mataram Alam Anamami Putra, Kamis 15 September 2022.
Enam poin tuntutan itu antara lain, memberantas mafia migas, menindak tegas aparat yang bertindak represif terhadap massa aksi, meminta Gubernur NTB secara kelembagaan menolak kenaikan BBM. Kemudian Gubernur menjamin kestabilan harga bahan pokok, meminta DPRD NTB secara kelembagaan menolak kenaikan harga BBM dan memaksimalkan pendataan terhadap masyarakat yang menerima subsidi dan bantuan.
“Bila enam hal itu tidak ditegakkan akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Oleh karenanya massa aksi menuntut aksi nyata dari pemerintah dan aparat penegak hukum. “Harusnya yang disesuaikan itu penerimanya bukan harganya,” ujarnya.
Pantauan media ini, aksi tersebut bertahan hingga malam hari, massa aksi tetap bertahan. Mereka belum mau membubarkan diri sampai ada dari unsur pimpinan dewan yang mau menemui.
“Sampai ada pimpinan yang menemui dan menyatakan sikap secara kelembagaan menolak kenaikan BBM,” kata Alam.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum dan Humas DPRD NTB Muhammad Erwan yang menerima massa aksi mengatakan, ia menerima masaa aksi karena Ketua DPRD NTB tidak dapat menemui massa aksi. Hal ini karena dalam tugas Dinas.
“Ibu ketua sedang ke luar daerah, jadi belum bisa ditemui teman-teman, ” katanya.
Tidak lama kemudian, massa aksi pun akhirnya ditemui Wakil Ketua DPRD NTB Nauvar Furqani Farinduan. Setelah ditemui dan diberikan penjelasan terkait tuntutan sebelumnya sudah disampaikan ke DPR RI kemudian teruskan ke Presiden. Massa aksi membubarkan diri dengan tertib. (TN-red)





