Imbas kenaikan harga BBM, Bahan Pokok di Lombok Tengah ikut Naik, Pedagang akan Ikut Aksi turun ke Jalan

Lombok Tengah, Talikanews.com – Keputusan pemerintah pusat terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang semula dijual Rp 7.650 kini menjadi Rp 10 ribu per liter. Begitu juga Solar yang dulu dibanderol Rp 5.150 sekarang naik menjadi Rp 7.200 per liter. Sedangkan harga BBM non-subsidi, Pertamax yang kini dijual Rp 16 ribu dari sebelumnya Rp 12.500. Berdampak terhadap harga kebutuhan pokok yang terus melonjak seperti di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Salah satu pemilik warung di wilayah Praya Lombok Tengah, Desi menuturkan, dua hari pasca kenaikan harga BBM itu, di ikuti kenaikan harga bahan pokok di pasar bahkan harganya kenaikan itu cukup drastis seperti telur ayam ras sebelumnya Rp 1500 perbutir, saat ini naik menjadi Rp 2000 per butir.

Kemudian ayam broiler sebelumnya Rp 33.000 perkilo, naik menjai Rp 35.000 perkilo. Minyak goreng curah atau kemasan juga ikut naik, rata rata kenaikaanya sampai 2000-3000 ribu perliter.

“Cabai dan bahan pokok lainya juga ikut naik. Hal itu membuat saya menambah modal belanja untuk mentupi kenaikan harga itu. Tentu ini imbas dari kenaikan harga BBM itu. Kami sebagai masyarakat ekonomi rendah, sangat terasa sulit melanjutkan usaha warung nasi ini,” ungkap Desi, Kamis 8 September 2022.

Desi mengaku belum berani menaikan harga makanan di warungnya meski semua bahan pokok di pasaran sudah naik.

“Kita tidak berani menaikan harga makanan takut pelanggan kabur, tapi kalau harga bahan pokok semakin melambung tinggi, mau tidak mau kami harus naikan juga,” ujarnya.

Senada disampaikan pedagang bakso keliling, Yayan Baboh Saputra. Ia mengaku, kenaikan harga BBM itu sangat dirasakannya, harus mengeluarkan Rp 30.000 untuk membeli BBM kebutuhan satu hari. Padahal sebelumnya Rp 30.000 itu bisa digunakan selama dua hari.

“Naiknya harga BBM ini sangat membenani saya, harusnya Presiden Jokowi memikirkan bagaimana kesulitan rakyat kecil,” tegasnya m

Oleh sebab itu, dirinya ancam akan ikut menggelar aksi turun ke jalan bersama mahasiswa menuntut Jokowi untuk menurunkan harga BBM.

“Kalau pak Jokowi tidak mendengar aspirasi rakyatnya maka kami pedagang kecil siap turun ke jalan,” Tutupnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button