Diduga Oknum Dinas Kesehatan Loteng “Gelapkan” Uang Temuan BPK RI di Dua Puskesmas

Lombok Tengah, Talikanews.com – Beredar Isu, kuat dugaan oknum pegawai di Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) “Gelapkan” dana temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dari pembangunan Puskesmas Batunyala Kecamatan Praya Tengah dan Puskesmas Batujangkih Kecamatan Praya Barat Daya.
Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap kelebihan pembayaran pembangunan Dua Puskesmas di Lombok Tengah, yakni Batunyala dan Batujangkih itu sekitar Rp 1 Miliar lebih.
Berdasarkan penjelasan Kabid Perbendaharaan pada BPKAD Lombok Tengah, Defina Fatana, beberapa waktu lalu mengaku baru menerima pengembalian kelebihan pembayaran dari kontraktor pelaksana pembangunan dua Puskesmas itu sebesar Rp 125 juta. Melalui transfer sebesar Rp 125 juta dari Rp 1 Miliar hingga batas akhir pengembalian sudah lewat dari 60 hari.
Meski batas pengembalian secara penuh 60 hari pasca putus kontrak . Namun pihak kontraktor belum lunas mengembalikan kerugian negara itu. Hanya pengembalian pertama via transfer tanggal 13 Juni 2022 sebesar Rp 50 juta dan Rp 25 juta, kemudian pada tanggal 14 Juni 2022 ada masuk sebesar Rp 50 Juta sehingga total yang sudah masuk ke Kas daerah sebesar Rp 125 Juta.
Isu tersebut langsung dibantah Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Haji Suardi. Ia justru mengaku tidak mengetahui hal itu. Isu itu bisa saja berkembang, namun yang ia ketahui bahwa uang pengembalian temuan Badan Pemeriksa Keuanga (BPK) dari pihak rekanan sebesar Rp 125 Juta itu sudah di transfer ke Kas Daerah.
“Jujur saya tidak mengetahui adanya onknum pegawai yang terima aliran dana pembangunan dua Puskesamas itu. Yang saya ketahui, uang pengembalian dari rekanan itu saja, tapi sudah dikembalikan ke Kas Daerah,” batah Suardi, Kamis 25 Agustus 2022.
Suardi juga menjelaskan alasan dua Puskesmas itu belum dilanjutkan pengerjaan hingga saat ini karena belum dilakukan tender karena masih proses penghitungan kebutuhan biaya pembangunan. “Belum selesai di hitung,” ucapnya singkat.
Disatu sisi, Wakil Bupati Loteng, Muhammad Nursiah justru menuturkan nasib kelanjutan pembangunan proyek Puskesmas Batunyala dan Batujangkih, pengerjaan tidak bisa dilanjutkan karena belum ada anggarannya di APBD.
“Jelas tidak bisa di kerjakan tahun 2022 ini karena dananya tidak ada. Sama halnya dengan proyek Sintung Park, pengerjaan lanjutan tentu tahun depan karena tahun ini tidak ada anggaran,” tutup Nursiah. (TN-03)





