BPD HIPMI NTB Diskusi Peluang Pembiayaan Pengusaha Muda

Mataram, Talikanews.com – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar fokus group diskusi (FGD) menghadirkan Branch Manager Jasaraharja Putra Mataram, Budi Santoso, kemudian COO Goorita, Ardian Prawira Yudha, CEO Daun Agro M. Hadi Nainggolan, dan CEO Gradana, Angela Oetama. Untuk membuka peluang pembiayaan pengusaha muda di NTB, berlangsung di Mataram, Sabtu 30 Juli 2022.
Ketua Umum BPD HIPMI NTB, I Putu Dedy Saputra mengaku bahagianya atas kedatangan Ketua 2 BPP HIPMI, Anggawira yang menyempatkan diri hadir di FGD ini karena dirasa sangat baik untuk pengusaha muda di NTB. Terlebih anggota HIPMI NTB bisa mendapat informasi peluang bisnis dan pembiayaannya.
berharap lebih banyak lagi program seperti sekarang yang dihadirkan di daerah. “Lebih banyak lagi program seperti ini ke daerah. Karena kami di daerah butuh program-program seperti ini,” tandasnya.
Dedy berharap lebih banyak lagi program seperti sekarang yang dihadirkan di daerah. “Lebih banyak lagi program seperti ini ke daerah. Karena kami di daerah butuh program-program seperti ini,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Bidang 2 BPP HIPMI Anggawira menyampaikan kegembiraannya bisa hadir di Lombok. Melalui pantunnya, Ia menyampaikan pengusaha muda NTB bisa go global.
Anggawira menyiapkan solusi pembiayaan yang variatif berkaca dari banyaknya variasi usaha dari anggota HIPMI NTB. “Kita akan siapkan solusi yang variatif,” tegasnya.
Nara Sumber yakni COO Goorita, Ardian Prawira Yudha memaparkan beberapa konsep dan tahapan yang perlu diperhatikan oleh para usaha kecil agar produk UMKM bisa go global melalui platform digital.
Berbeda dengan Budi Santoso, ia justru menekankan agar beberapa produk jaminan dari Jasaraharja Putra seperti jaminan kendaraan dan jaminan gedung dilakukan.
Sementara itu CEO Daun Agro M. Hadi Nainggolan, malah mengajak anggota HIPMI NTB untuk masuk ke usaha pertanian. Karena usaha pertanian memiliki peluang besar dengan keberadaan lahan pertanian di NTB.
“Ini peluang besar bagi kita. Apalagi NTB menjadi lumbung pangan utamanya jagung di NTB,” harap CEO perusahaan offtaker pertanian Daun Agro tersebut.
Hadi menambahkan, ada perusahaan offtaker dalam bidang pangan di masing-masing kabupaten di NTB. “Saya ingin mengajak anak-anak HIPMI NTB untuk membuat perusahaan offtaker di NTB,” ajaknya.
Ia mengatakan, perusahaan tersebut nantinya bisa dibuat spesialisasi untuk masing-masing produk pangan seperti jagung, padi, dan ternak sapi serta kambing. (TN-red)





