Disnakeswan NTB akan Anev dosis Vaksin PMK, Ini Data Kasus 14 Hari Terakhir

Mataram, Talikanews.com – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat, akan melakukan analisis dan evaluasi (Anev) terhadap proses vaksinasi wabah penyakit mulut dan kaki (PMK) yang menyerang hewan ternak masyarakat.

Kepala Disnakeswan NTB, Ahmad Nur Aulia menegaskan, Anev vaksinasi PMK itu akan digelar bersama Kabupaten/Kota pada Jumat mendatang untuk mengetahui sejauhmana proses vaksinasi sesuai dosis vaksin yang diterima pemerintah daerah, dari pemerintah pusat itu.

“Anev ini juga untuk memastikan pembentukan satgas, implementasi protokol biosecurity dan pengendalian lalulintas ternak dan turunannya sesuai instruktur kepala BNPB,” kata Aulia, Rabu 20 Juli 2022.

Aulia menjelaskan, dosis vaksin yang sudah diterima tahap pertama oleh Provinsi NTB sebanyak 5000 dosis, dan dosis tersebut sudah disebarkan dan disuntikkan di beberapa Kabupaten/Kota dengan rincian, Lombok Timur 1198 dosis, Lombok Tengah sebanyak 1300 dosis, Lombok Barat sebanyak 1202 dosis, Lombok Utara sebanyak 1100 dosis dan Kota Mataram 200 dosis.

“Anev ini kita gelar agar vaksinasi ini bisa progresnya lebih cepat lagi,” ujarnya.

Aulia mengaku, Pemprov NTB kembali menerima 35000 dosis vaksin PMK yang akan disebar ke Kabupaten/Kota antisipasi terjadinya kasus PMK bagi masyarakat.

Aulia memaparkan ririncian perkembangan jumlah kasus 14 hari di pulau Lombok tanggal 19 Juli 2022, mulai dari populasi hewan ternak rentan PMK seperti Sapi, Kerbau, Kambing, Domba dan Babi sebanyak 950.551 ekor.

Jumlah kasus sebanyak 79.338 ekor. Yang sakit 13.765 ekor, sembuh 65.224 ekor, potong bersyarat 210 ekor dan yang mati sebanyak 189 ekor.

Data itu tersebar di Lombok Utara dengan populasi 128.752 kasus. Yang masuk kasus PMK sebanyak 15.516 ekor, sakit sebanyak 58.853 ekor, sembuh 9.558 ekor, potong bersyarat sebanyak 33 ekor dan mati 42 kasus.

Untuk di Kota Mataram populasi 3.808, sebanyak 657 kasus PMK, yang sakit 50 ekor, sembuh 538 ekor, potong bersyarat 62 ekor dan mati 7 kasus.

Di Lombok Tengah, populasi sebanyak 323.232 dengan rincian kasus PMK 25.976, yang sakit sebanyak 4.011 ekor, sembuh 21.950 ekor, potong bersyarat 12 ekor dan mati 3 ekor.

Data Lombok Barat, populasi 225.474, kasus PMK 14.861 kasus, yang sakit 3.716 ekor, sembuh 11.126 ekor, potong bersyarat 62 ekor dan mati 13 kasus.

Terakhir data Lombok Timur, populasi 269.285 ekor, kasus PMK 22.378 ekor, sakit 135 ekor, sembuh sebanyak 22.022 ekor, potong bersyarat 97 ekor dan mati sebanyak 142 kasus. (TN-red)

Related Articles

Back to top button