
Mataram, Talikanews.com – Lalu Muksin merupakan salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Wanasaba Kabupaten Lombok Timur (Lotim) yang berhasil membeli Sawah, Rumah, Ternak Sapi, dan berhasil Sekolahkan anak masuk di Kebidanan dari hasil bekerja di Malaysia dibawah Perusahaan Tradewins Plantation.
Lalu Muksin merupakan pekerja Ladang di Serasa Kelantan, Malaysia Barat, bisa mendapatkan upah 4000 – 5000 Ringgit Malaysia perbulan dari menggait Sawit ketika musim Sawit, paling sedikit 3000 – 4000 Ringgit Malaysia perbulan.
“Kalau kita rajin dan serius cari uang dibawah perusahaan Tradewins ini, Insya Allah bisa mendapatkan uang Rp 16 jutaan per bulan, tergantung Penukaran uang Ringgit. Alhamdulillah saya biayai anak masuk Kebidanan yang biayanya cukup besar,” tuturnya saat bertamu di kantor PT Kijang Lombok Raya, di Mataram , Kamis 30 Juni 2022.
Lalu Muksin menuturkan, dirinya bekerja dibawah perusahaan Tradewins sudah 16 tahun, mulai dari tahun 2005 hingga 2022. “Saya pulang saat ini untuk Cuti, karena diberikan izin bertemu keluarga di Lombok,” katanya.
Lalu Muksin menceritakan kelebihan perusahaan Tradewins, disediakan fasilitas rumah layaknya BTN, dilengkap klinik. Ketika pekerja Sakit, misalnya tidak bisa ditangani petugas Klinik akibat kekurangan alat, makan akan di rujuk ke salah satu Rumah Sakit. Segala biaya yang ditimbulkan, pekerja tidak akan dimintakan sepeser pun uang, karena ditanggung oleh pihak perusahaan, tanpa dipotong gaji.
“Pihak perusahaan bilang, dulu kamu datang dalam keadaan sehat, maka harus kembali dalam keadaan sehat pula. Ini lah alasan pihak perusahaan bertanggungjawab atas pekerja. Malah pekerja tak dikasih balik estik (rumah) kalau belum sembuh total,” ujarnya.
Lalu Muksin juga menuturkan sebelumnya pernah bekerja dibawah perusahaan Felda. Malah disana, semua dipegang kontrek (pemborong, red). Sehingga saat bulan terim gaji, bukan dari perusahaan akan tetapi dari kontrek itu.
“Kalau di perusahaan Tradewins, langsung masuk rekening. Malah saya kirim uang ke keluarga di Lombok cukup pencet di Handphone karena sudah ada aplikasi khusus dari perusahaan,” ungkapnya.
Lalu Muksin mengaku, biaya masuk saat itu ke Malaysia di perusahaan Tradewins, biaya sekitar Rp 5 juta sebelum covid. Namun kali ini, informasi dari perusahaan, biaya masuk itu digratiskan
Rata-rata dikirim perbulan untuk menghidupi keluarga, biaya sekolah anak sekitar 2500 Ringgit Malaysia, jika di rupiahkan sekitar Rp 7 jutaan, itupun setelah dipotong biaya hidup di Malaysia.
Lalu Muksin menambahkan, perusahaan Tradewins ini milik Tan Sri Syed Mokhtar Albukhari, merupakan orang paling kaya di Malaysia, memiliki kekayaan hampir 1,31 Miliar Dollar.
Dari keuntungan perusahaannya, malah pemilik perusahaan sedekahkan 75 persen untuk masyarakat yang membutuhkan di semua negara muslim. Bahkan, menyiapkan beasiswa ke Malaysia bagi keluarga tidak mampu.
“Saya sering dapat pesan mendalam dari Manager di sana, tolong bekerja dengan baik dan jujur. Karena pemilik perusahaan orang baik, sering bersedekah,” Muksin menuturkan.
Lalu Muksin berharap kepada masyarakat NTB yang ingin ke Malaysia supaya menggunakan jalur prosedural agar lebih aman saat bekerja disana.
“Kalau jalur ilegal, makan pun tak sedap ketika ada Police,” pungkasnya. (TN-red)