
Lombok Tengah, Talikanews.com – Daerah Kabupaten Lombok Tengah terus menjadi perhatian dunia internasional karena pesona Mandalika.
Keberadaan destinasi pesona Mandalika yang menakjubkan dengan hamparan pantai pasir putih, dan perbukitan itu membuat TNI AU tertarik membuat kegiatan berskala internasional yakni paralayang dunia yang bertajuk Pelangi Nusantara 2022.
Kegiatan itu akan diikuti oleh Paralayang dunia dan atlet Paralayang Nasional. Selain itu atlet lokalpun akan ikut ambil bagian, yang akan dipusatkan di Pantai Lancing, Desa Mekarsari Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Provinsi NTB.
Terkait hal itu, Bupati Lombok Tengah H.L.Pathul Bahri menyambut baik rencana TNI AU yang akan buat kegiatan paralayang kelas dunia yang akan dilaksanakan tanggal 25-28 Agustus 2022.
“Saya sudah minta Asisten untuk mengkoordinasi dengan Danlanud, Pengurus Paralayang supaya mulai menyiapkan kebutuhan dan membagi tugas dengan Lanud,”ujar Bupati Loteng, Kamis 23 Juni 2022.
Pada prinsipnya, Pemda sangat mendukung kegiatan tersebut untuk itu ia meminta kepada Asisten dan jajarannya untuk terus berkoordinasi.
“Kegiatan ini harus sukses, ini kegiatan kita bersama, bila perlu kalau bisa digabung dengan kegiatan Band Kolosal biar ramai,” harapnya.
Terlebih lanjutnya, lokasi Lancing Tampah Hill ini, kalau ini dibumingkan maka titik titik destinasi yang lain akan ikut terpromosi. Lancing memang sangat cantik, dan jadi pusat paralayang dunia. Ia tidak ingin pengalaman dahulu pada kegiatan yang sama terulang kembali seperti halnya Armada yang standby di lokasi untuk para atlet kurang.
“Ini harus sukses, ini kegiatan kita bersama, suksesnya TNI AU suksesnya kita, makanya segala kekurangan pada tahun sebelumnya kita perbaiki,” katanya.
Kolonel PNB. Agung Sasongkojati, Paban 2 Spot Dirga Mabes AU mengatakan kegiatan yang akan dilaksanakan ini berskala Nasional dan Internasional.
Ia mengungkapkan alasan kenapa memilih Kabupaten Lombok Tengah, karena pesona Mandalika menjadi rising star Indonesia. Mandalika telah menjadi magnet dunia untuk event-event internasional dan nasional karena itu TNI AU menilai Loteng layak sebagai pusat paralayang dunia dengan keindahan pantai dan bukit yang indah.
“Saya sedikit tau tentang Lombok umumnya dan Kabupaten Lombok Tengah khususnya, daerah ini memiliki peluang besar untuk kegiatan ini dimasa yang akan datang, tinggal dikelola dengan baik dengan visi misi yang baik maka pasti akan maju,” jelasnya.
Agung mengatakan pada kegiatan paralayang TNI AU tahun lalu digelar di Batam dan sebelumnya di Kabupaten Ende Provinsi NTT. Paralayang adalah olahraga wisata adventure karena itu olahraga ini mempunyai nilai tambah karena selain sebagai wahana olahraga, juga wahana wisata.
“Di Turki Balon terbang jadi destinasi wisata mahal, jadi kenapa tidak di Indonesia Paralayang jadi wahana wisata andalan” tuturnya.
Di Kabupaten Lombok Tengah sendiri memiliki banyak spot Paragliding diantaranya di Torok Aik Blek, Areguling dan Lancing. Namun dari sekian spot yang ada, Lancing adalah spot terbaik yang ada di Indonesia.
“Tempat loncat terbaik Bali kalah. Pantai masa depan untuk paralayang dan kedepannya akan kita jadikan spot pusat Paralayang Dunia secara permanen,” ujarnya
Tujuan kegiatan ini kata Agung untuk menggiatkan kegiatan Dirgantara termasuk mempromosikan wisata agar masyarakat tertarik dunia Dirgantaraan.
Sementara itu Danlanud ZAM Rembiga Kol. PNB. Kargono sangat berterimakasih atas dukungan penuh dari Pemda Lombok Tengah. Danlanud mengaku terharu dengan semangat Bupati Lombok Tengah yang ingin melihat kegiatan ini sukses.
“Memang luar biasa Bupati Lombok Tengah, beliau sangat bersemangat, terimakasih,” tutupnya. (TN-03)