Ditertawakan Nyabup di Lombok Tengah, DSU : Aro Batur Ndek Faham iku!

Lombok Tengah, Talikanews.com – Sebelumnya, Dian Sandi Utama yang kerap disapa DSU sempat membuat slogan “Erup Arak Sekali” (hidup hanya sekali). Kalimat itu cukup viral karena berbarengan rumor bahwa DSU akan menjadi Bakal Calon Bupati Lombok Tengah periode akan datang.
Rumor Nyabup DSU semakin kuat ketika menjadi bahan pembicaraan di Whatsapp Group dan media sosial lainnya seperti di instagram insidelombok.
“Akun instagram populer sekelas insidelombok tak ingin ketinggalan menangkap fenomena tersebut dan berhasil menampung komentar para netizen dengan berbagai tanggapan. Bahkan tawaran Nyabup dari netizen,” ungkap DSU.
DSU mengatakan, pantauan TrendLombok di salah satu WAGroup, tanggapan pencalonan itu juga ramai dikomentari elit politik dan teman-teman pergerakan. Tanggapan beragam, ada yang positif dan negatif. Bahkan ada yang menertawakan dirinya karena dianggap belum cukup secara finansial untuk maju menjadi Bakal Calon Bupati selanjutnya.
Ia tidak mau ambil pusing dan mempersoalkan dirinya ketika ditertawakan oleh sejumlah orang, bahkan jika ada yang menganggapnya gila. Karena menurutnya, niatnya yang ingin maju sebagai Bakal Calon Bupati Lombok Tengah adalah niat baik, karena semata-mata dirinya ingin menjadi milik rakyat.
DSU malah mengatakan bahwa mereka yang seperti itu memang tidak faham bagaimana sebenarnya politik ini bekerja, dirinya juga menyampaikan bahwa keberanian, kesiapan mental, konsep, ide dan gagasan untuk membangun daerah semestinya itu yang menjadi point terpenting yang harus dinilai sebelum soal finansial dll.
“Aro dengan ndek faham iku (orang tidak paham itu)” ujarnya.
DSU juga mengatakan, semestinya mereka paham aturan dan undang-undang. karena semua warga negara boleh mencalonkan diri sebagai kepala daerah, kecuali sakit, terpidana dan lain-lain.
“Suruh mereka baca aturan, semua kriteria saya terpenuhi. Soal mekanisme itu urusan nanti, Pileg 2024 sebagai acuan kursi pengusungan aja belum terjadi, bagaimana kemudian mereka membatasi niat seseorang yang ingin mengabdi untuk membangun daerah?” Tanya DSU sebelum menutup percakapan. (TN-red)





