Polres Loteng Usut Tuntas Dugaan Penggelapan KJA Bantuan Pemerintah Pusat, Kapolres Loteng: BB Dipinjam Pakai

Lombok Tengah, Talikanews.com – Polisi Resort Lombok Tengah usut tuntas dugaan penggelapan Keramba Jaring Apung (KJA) jenis Aquatec ke luar Provinsi yang merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat.
Kapolres Loteng, AKBP Hery Indra Cahyono berjanji akan mengusut tuntas bantuan pemerintah yang diduga dilakuan inisia LJ (35) asal Desa Montong Renggi Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur (Lotim).
Kapolres Loteng menegaskan, kasus itu di atensi karena dinilai janggal terlebih barang barang bukti (BB) dipinjam pakai sementara, namun KJA nya masih di Polres sehingga dipertimbangkan
truk Fuso digunakan untuk membawa Jagung akhirnya dibiarkan mengantar supaya tidak rusak.
Penyidik juga sudah meminta keterangan Diskanlut Lombok Timur, terkait bagaimana sistem pemberian bantuan KJA itu kepada masing masing kelompok nelayan yang ada di beberapa desa di Lotim.
“Pihak Dinas perikanan dan kelautan Lotim sudah kita minta keterangan,” kata Kapolres saat di temui diruang kerjanya, Rabu 20 April 2022.
Kapolres mengaku telah melayangkan surat undangan klarifikasi terhadap pemilik barang LJ. Hanya saja pada surat pemanggilan pertama LJ tidak memenuhi undangan kelarifikasi dan setelah di layangkan surat pemanggilan kedua akhirnya LJ memenuhi bersama kuasa hukumnya.
“Benar hari ini LJ telah datang penuhi panggilan Penyidik Reskrim Polres Loteng kaitan dengan kepemilikan KJA yang berhasil di amankan Polsek Praya Timur saat mau dikirim ke Surabaya,” terang Kapolres.
Kasus dugaan penggelapan Keramba Jaring Apung (KJA) ini merupakan kasus yang dinilai besar. Pasalnya nilai program budi daya Lobster dari pusat ini terbilang cukup besar yakni miliaran rupiah yang tentu ini menjadi atensi Polres untuk mengusut tuntas sampai ke akar akarnya, siapa saja yang terlibat dalam kasus KJA ini.
“Kita akan usut tuntas dugaan penggelapan KJA itu dan tidak menutup kemungkinan akan kita panggil kepala desa dan kelompok penerima bantuan,” ujarnya
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lombok Timur, Zainudin mengaku telah menurunkan tim untuk mendata ke desa penerima bantuan KJA di kelompok mana saja yang sudah di jual.
“Sudah kita turunkan Penyuluh lapangan untuk turun mendata langsung kelompok mana saja yang KJA nya di jual. Insya Allah sehabis puasa ini mudah-mudahan hasil pendataan sudah keluar,” tutupnya. (TN-03)





