Bazar Ramadhan Sepi, Bupati Loteng Murka ke Kadis Perindag dan Koperasi UMKM

Lombok Tengah, Talikanews.com – Bazar Ramadhan Mandalika Bersatu Jaya di Halaman Masjid Agung Praya, bertujuan untuk meningkatkan ekonomi UMKM sepi peminat. Hal itu membuat Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri Murka terhadap Dinas Perdagangan dan Dinas Koperasi UMKM selaku panitia penyelenggara.
Padahal Bazar tersebut merupakan acara tahunan yang di selenggarakan Pemerintah Daerah Lombok Tengah, memberikan kesempatan kepada UMKM menjajakkan kuliner.
Saat membuka acara, Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri mengungkapkan kekecewaannya terhadap OPD terkait yang di tunjuk sebagai panitia penanggungjawab kegiatan yang di nilai tidak serius menggelar acara tahunan ini.
Tahun ini minim persiapan dan kurang sekali UMKM yang di libatkan dalam acara Bazar Ramadhan tersebut.
“Setiap tahun acara Bazar di jalankan dengan cukup meriah tapi kali ini telihat seolah olah dinas Perindak dan Koprasi tidak serisus dengan apa yang di perintahkan. Tolong jangan buat kita malu lagi tahun depan,” tegas Bupati dihadapan semua OPD yang ikut hadir pada acara pembukaan Bazar Ramadhan di halaman Masjid Agung Praya, Kamis 14 April 2022.
Bahkan Bupati menilai Dinas Koperasi dan Perdagangan tidak ada koordinasi, seakan jalan sendiri-sendiri. Seolah-olah 2 OPD ini angkuh dan sombong tidak mau berkomukasi dengan OPD lainya sehingga hari ini terbukti 2 OPD ini tidak mampu menangani Bazar Ramadhan. Padahal anggaran tahun lalu dengan tahun ini sama, lantas apa yang menjadi kendala?
“Kinerja 2 OPD ini sangat mengecewakan. Pantas Wabup dan Sekda tidak mau hadir, akhirnya saya yang hadir dan mudah-mudahan jamaah pulang mengaji datang berbelanja, supaya Bazar ini ramai,” sindir Bupati.
Bupati kembali meminta kepada Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindag agar besok kegiatan ini harus ramai tanpa ada alasan.
“Seharusnya ramai dipembukaan bukan besok, tapi besok saya minta harus hadir 42 pedagang itu, Perindag dan Dinas Koperasi harus bekerjasama. Kalau seperti ini bukan bazar namanya, ini jualan biasa” tegasnya.
Bupati juga menyikapi minimnya kehadiran pihak Perbankan dan Ritel Modern. Terlihat dikegiatan itu hanya Bank NTB sementara Ritel Modern seperti Alfamart dan Indomart serta ritel lainnya tidak terlihat. “Kalau seperti ini, apa manfaatnya Ritel Modern itu untuk masyarakat Lombok Tengah. Ayo kita berikan semangat yang sama untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat” kata Bupati
Bupati menilai laporan Kepala Dinas Koperasi terlalu muluk dan mengada, sebab tidak sesuai kenyataan. ” Tolong, jangan laporan saja bagus, tetapi kenyataannya, harus ada yang bikin ramai. Tolong Perindag dan Koperasi bersinergi. Mudahan nanti setelah pengajian ramai” kata Bupati
Bupati juga mempertanyakan peran Ritel Modern bagi masyarakat Lombok Tengah. Pasalnya selama ini dikegiatan Pemda Ritel Modern itu tidak pernah terlibat sementara mereka mencari uang di Kabupaten Lombok Tengah bertahun-tahun.
“Siapa yang kelola ritel modern, jangan hanya dapat izin saja lalu tak ada manfaatnya bagi masyarakat. Bertahun tahun cari makan di Lombok Tengah apa yang mereka berikan. Saya minta pak asisten untuk catat jumlah ritel modern, kita bahas manfaat dan mudharatnya bagi masyarakat. Jadi bahan evaluasi kita,” ungkapnya.
Sementara itu Kadis Koperasi dan UMKM Kabupaten Lombok Tengah Ihsan S.Hut menyampaikan, Bazar Mandalika merupakan agenda rutin dari tahun ke tahun. Yang ikut serta kegiatan ini dari seluruh penggiat organisasi lembaga UMKM sebanyak 13 lembaga dan 42 pelaku penggiat UMKM.
Tujuan menggerakkan pelaku agar semangat berusaha agar terus melakukan untuk tingkat kan indek pendapatan. Semoga dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM (PROKOPIM).
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Loteng, H M Suhartono saat dikonfirmasi belum memberikan jawaban kaitan dengan sepinya Bazar Ramadhan tahun ini. (TN-03)





