Antrean Panjang Penukaran Tiket Jadi Perhatian DPRD NTB, Isvie: Harusnya Panitia Antisipasi

Mataram, Talikanews.com – Terjadi antrean panjang saat penukaran tiket nonton event MotoGP di Eks Bandara Selaparang, Mataram Rabu 16 Maret 2022. Menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Ketua DPRD NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda menegaskan, mestinya panitia harus antisipasi dan menyiapkan stand lebih banyak dari awal, untuk menghindari antrean dan penumpukan masyarakat.
“Harusnya antisipasi dan kesiapan panitia dari awal. Ini bicara penonton puluhan ribu, bukan seratus atau dua ratus orang yang akan di layani,” ungkap Isvie, Kamis 17 Maret 2022.
Isvie menyarankan kepada panitia MotoGP daerah supaya lebih perbanyak loket dan stand penukaran, termasuk petugas untuk memudahkan pelayanan, agar tidak terjadi antrean panjang dan penumpukan.
“Kasihan orang antre panjang dan melelahkan, apalagi penonton yang dari luar daerah,” kata dia.
Wakil Rakyat Dapil Lombok Timur ini menyarankan panitia membuka loket di terminal kedatangan Bandara dan Pelabuhan, untuk mempermudah penonton menukar tiketnya yang datang dari luar daerah.
“Kalau ini bisa dilakukan maka tidak akan terjadi antrean dan penumpukan,” tegasnya.
Isvie mengimbau kepada semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas daerah, memberikan rasa aman dan nyaman kepada tamu di event internasional ini.
Terkait hal itu, Ketua Panitia MotoGP Daerah Nusa Tenggara Barat, Ir H Ridwan Syah mengaku penukaran tiket di hari pertama, Rabu 16 Maret 2022 di Eks Bandara Selaparang, Mataram, memang kurang siap. Hal itu menjadi bahan evaluasi menjadi lebih baik pada penukaran hari Kamis 17 Maret 2022.
“Hajatan kami membuka penukaran tiket ke gelang ini, strategi antisipasi penumpukan karya jumlah penonton 60 ribu, sehingga titik stand penukaran dibagi, ada di Embarkasi Haji dan Pelabuhan Gilimas Lembar. Namun khusus di Eks Bandara Selaparang, terjadi penumpukan dan ini bahan evaluasi kami,” ujarnya.
Ridwan Syah mengaku, bahan evaluasi terutama di Eks Bandara Selaparang terjadi penumpukan, dan ada beberapa keluhan seperti MCK belum siap. Hal ini langsung dikoordinasikan dengan Wagub, Irwasda Polda, dan ITDC. Hanya saja dari ITDC rupanya “bandel” tidak mengindahkan masukan, hanya menambah jalur antrean menjadi dua.
“Mengenai keluhan MCK, kami sudah lengkapi, sehingga tidak ada lagi keluhan, terlebih menyangkut air. Mengenai penambahan stand, ITDC rupanya tidak mau pusing, hanya menambahkan jalur antrean saja,” katanya.
Menurut Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB ini, penukaran tiket hari ini di Eks Bandara mencapai ribuan orang. Supaya mengurangi penumpukan, baik di tempat sebeleumya dan di Sirkuit terus dicarikan polanya.
“Penumpukan di Eks Bandara karena penukaran tiket class standar dan General Admission. Sedangkan di Embarkasi Haji itu premium ke atas,” tuturnya.
Intinya lanjut Ridwan Syah, hasil evaluasi hari pertama penukaran tiket masih kurang siap, namun berusaha diperbaiki.
“Masih banyak kesempatan menukar tiket, bisa juga di lokasi acara. Kita buka stand penukaran, untuk antisipasi penumpukan nanti di Sirkuit,” tegasnya. (TN-red)





