Kehadiran MXGP Bakal Gerakkan Perekonomian di Sumbawa, DPRD NTB: Kesempatan bagi Milenial

Fix
Mataram, Talikanews.com – Kehadiran event pertama seri MXGP Indonesia 2022 yang digelar di Samota, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada tanggal 24-26 Juni 2022, bakal menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Menurut salah seorang Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sambirang Ahmadi menilai, kehadiran MXGP Samota bakal memberikan dampak yang besar. Khususnya bagi daerah dan masyarakat umumnya di Pulau Sumbawa, NTB. Karena berdasarkan kacamatanya, kehadiran event dunia itu menjadi momen kebangkitan sektor pariwisata, perekonomian, jasa transportasi, perhotelan/penginapan, kuliner atau UMKM dan lainnya akan ikut bergerak semua.
“Pasti berdampak, saya kira sektor-sektor lain akan ikut beradaptasi dengan momentum ini. Karena pasti akan terjadi dengan sendirinya, dan kesempatan bagi kaum milenial,” kata Sambirang Ahmadi, Rabu 2 Maret 2022, di Mataram.
Dikatakan Politisi PKS ini, ketika event berkelas dunia, bisa dijadikan momentum bangkitkan ekonomi, secara tidak langsung pergerakan sektor-sektor yang lain, mengikuti,” ujar Anggota DPRD NTB asal Dapil Sumbawa-Sumbawa Barat tersebut.
Sekretaris Fraksi PKS NTB itu umpamakan, setiap ada perkumpulan manusia, maka tentu pasti membutuhkan sesuatu. Contoh, makan dan minuman pada saat event berlangsung. Kemudian soal penginapan dan lain sebagainya. “Otomatis bergerak dengan sendirinya,” tuturnya.
Saat ini lanjutnya, Sumbawa menuju kematangan, proses pemantapan terkait kesiapan menjelang MXGP di Samota, semua sedang dalam proses menuju kematangan kesiapan.
Tak hanya itu, berdasarkan pengamatannya sejauh ini, Pemda Sumbawa juga terus melakukan berbagai ikhtiar demi terlaksana dan mensukseskan MXGP ini. “Pemda saya amati sudah terus melakukan konsolidasi internal. Kemudian membangun komunikasi intens dengan pemilih lahan yang akan digunakan sebagai tempat pelaksanaan event MXGP,” ungkapnya.
Informasi diperolehnya berkaitan dengan lahan dikawasan Samota yang disiapkan itu mencapai 40 hektare.
“Saya mendapat informasi lahan yang disiapkan itu sekitar 40 hektare,” kata Sambirang. “Sejauh ini relatif tidak ada masalah persoalan lahan. Karena pemilik lahanpun senang kalau lahannya digunakan untuk event MXGP,” tambahnya.
Berbagai harapan sempata mencuat. Dimana kedepan lahan ini diharapkan bisa menjadi lahan pemerintah. Oleh karenanya, Pemda dirasakan perlu melakukan konsolidasi anggaran. “Supaya bisa mengakuisisi lahan milik masyarakat sebagai lahan pemerintah,” kata mantan anggota DPRD Kabupaten Sumbawa tersebut.
Jika kedepan lahan itu telah jadi milik pemerintah, akan banyak hal positif nantinya yang akan dirasakan. Terutama support langsung dari pihak pusat. “Kedepannya kita harapakan, kalau sudah jadi lahan pemerintah lebih mudah mendaptkan bantuan anggaran, fasilitas dan support lainnya dari pemerintah pusat,” katanya memberikan gambaran.
Meski demikian, Sambirang mengaku belum mengetahui secara pasti berapa nilai perhektarenya lahan dikawasan tersebut kalaupun nantinya akan dibayar oleh pemerintah. “Kita belum tahu nilai apraisalnya disekitar itu. Tapi, kalau (misalnya) satu (1) hektare asumsinya satu (1) miliar rupiah berarti kurang lebih Pemda harus menyiapkan anggaran sebesar empat puluh (40) miliar rupiah,” terangnya.
Ketua Komisi III DPRD NTB ini berharap, MXGP ini terus berlanjut layaknya event MotoGP di Lombok. Bila perlu, sambungnya, MXGP dapat masuk dan ditetapkan dalam kalender tahunan. Dengan masuknya MXGP dalam kalender tahunan, diyakini akan memberikan dampak besar secara berkelanjutan kedepannya.
“Kita berharap tidak berlangsung satu kali saja. Harus terus berlanjut, apalagi (Event MXGP) bisa masuk menjadi kalender tahunan,” katanya. “Karena kalau sudah ditetapkan menjadi kalender tahunan, maka tentu akan ada multiplier effectnya. Akan ada bangunan, properti, pusat perdagang dan lainnya disekitar itu,” sambung Sambirang.
Keberadaan event ini diharapkan ada peran milenial untuk menangkap dan manfaatkan kesempatan tersebut. Oleh karenanya, dalam menyambut sekaligus menyukseskan event ini, para milenial khususnya yang berada di Sumbawa diharapkan tidak menjadi penonton di daerahnya sendiri.
“Saya kira (peran para pemuda sumbawa) penting. Karena ini kesempatan buat milenial, bukan hanya untuk menonton, tetapi harus mampu mengeksplore,” kata Sambirang. “Mungkin dalam menyajikan kreasi-kreasi yang bisa mereka jual diperdagangkan disitu. Termasuk juga mereka bisa menjadi tour guide kalau ada penonton dari luar yang ingin melihat destinasi-destinasi (Pulau Sumbawa). Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan,” tutupnya. (TN-red)





