Najamuddin Menilai Pengelolaan Struktur Kelembagaan di Dewan NTB Amburadul

Mataram, Talikanews.com – Tata kelola struktur kelembagaan di DPRD NTB dinilai tidak bagus alias amburadul. Hal ini diungkapkan Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD NTB, TGH Najamuddin Mustofa.

Menurut Politisi Partai Amanat Nasional ini, kepemimpinan, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, H Mori Hanafi, H. Muzihir dan H. Abdul Hadi, tata kelola organisasinya paling buruk. Tidak memperlihatkan wajah legislatif yang baik sebagaimana yang diharapkan bersama.

Penilaian ini muncul dari pola pembagian Pokok Pikiran (Pokir) Dewan yang cukup mengagetkan bahkan sempat menjadi pembicaraan publik, seakan ada monopoli sepihak yang tidak transparan.

“Pembagian Pokir ini bukan lagi hal yang tabu, tapi kan itu nggak jelas semua pembagiannya, malah tidak transparan,” kata Najamuddin Mustofa, Selasa 1 Maret 2022.

Oleh sebab itu, dengan tegas Najamuddin menolak praktik seperti itu di Dewan yang pengelolaan lembaga Dewan kesannya dikelola dengan cara sudut pandangnya masing-masing. Artinya manajemen pengelolaannya diluar koridor ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Mereka mengatur dengan caranya sendiri cara birokrasi bukan cara politik. Itu yang tidak bisa saya lawan sendiri,”cetusnya.

Akibat pengelolaan lembaga yang amburadul itu, Najamuddin menyarankan masing-masing Partai Politik yang mengantarkan keempat pimpinan DPRD NTB itu agar diganti menjadi anggota biasa. Sebab menurutnya yang pantas menjabat pimpinan Dewan itu, harus figur yang bagus dan kompeten.

“Saya sarankan ke Partai Politik mereka agar mengganti perwakilan dengan yang lebih kompeten mengelola organisasi, bukan yang tidak becus begini,” sarannya.

Terlebih lanjutnya, saat ini setiap dua tahun setengah, seluruh fraksi sedang melakukan rapat pembahasan penyegaran struktur, mulai dari ketua fraksi, komisi, dan badan-badan di dewan atau alat kelengkapan dewan (AKD) untuk dilakukan pergantian.

“Kebetulan juga di AKD per setiap dua tahun setengah akan dilakukan penyegaran sesuai tatib dan aturan yang berlaku di Dewan,”bebernya.

Pembicaraan pengantian AKD tambah Najamuddin, sebagai Ketua BK dirinya tidak akan mencalonkan diri lagi. Kalaupun akan diusung PAN tetap memilih untuk menjadi anggota biasa.

“Saya ingin menjadi anggota biasa saja. Meskipun PAN meminta saya untuk maju, tetap menyatakan ingin menjadi anggota biasa,”pungkasnya. (TN-red)

Related Articles

Back to top button