Antisipasi Tarif Penginapan Mahal Menjelang Event MotoGP, Dispar NTB minta Mitra membuat Paket Perjalanan Menarik

Mataram, Talikanews.com – Antisipasi mahalnya tarif hotel menjelang perhelatan MotoGP, bulan Maret mendatang. Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar rapat zoom meeting bersama Mitra Pariwisata seperti Asita, PHRI, traveloka, booking.com, red doorz, Hospitality indonesia Network (HIN), Desa Wisata, Kelana dan Kabupaten/Kota untuk memberikan data penginapan yang belum terisi untuk dipasarkan.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB, H Yusron Hadi meminta para mitra melakukan komunikasi dengan pengelola penginapan dan berharap agar para mitra segera memasarkan ataupun membuat paket perjalanan yang menarik sehingga kamar segera terjual dengan tarif sesuai Pergub 9 tahun 2022.

“Beberapa diantaranya sudah melakukan komunikasi dengan para pengelola homestay terhadap data yang masih kurang kelengkapan lainnya. Kita bantu fasilitasi untuk segera di isi,” ungkapnya, Kamis 24 Februari 2022.

Yusron menegaskan, saat ini tim Satgas pembinaan dan Pengawasan Peraturan Gubernur nomor 9 tahun 2022 difokuskan untuk mendata dan mempromosikan kamar-kamar yang masih kosong, bahkan akan promosi melalui live video.

Salah satu pasal dalam Pergub itu lanjut Yusron, disebutkan bahwa Pemerintah Daerah melakukan pembinaan dan pengawasan melalui Dispar untuk mengefektifkan pelaksanaan Pergub.

“Pekan ini sejak Pergub di terbitkan kita memonitor kondisi yang ada. Bilamana dalam perkembangannya diperlukan langkah-langkah pembinaan dan pengawasan, kita memandang perlu koordinasi dengan instansi terkait membentuk Tim Satgas Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan Pergub No 9 tahuh 2022. Hal hal teknis mengenai mekanisme kerja dan bentuk pembinaan dan pengawasan akan di bicarakan bersama tim yang dibentuk,” paparnya.

Yang lebih menarik saat ini yakni, bagaimana caranya jualan kamar hotel dengan tarif terjangkau dan memuaskan wisawatan. “Karet Satgas sudah keluar SK, besok mulai kami akan turun mempromosikan kamar-kamar kosong,” ujarnya.

Yusron juga menyinggung kaitan transportasi khusus penginapan yang ada di Gili Trawangan, Meno dan Gili Air. Ia memastikan akan dikoneksikan. Bahkan, para vendors yang akan memasarkan atau membuat paket, dimana Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota akan menghubungkan transportasi dan sudah disiapkan.

“Ada skenario transportasi yang sudah disiapkan oleh Kemenhub, Kepolisian dan Dinas Perhubungan,” kata dia.

Yusron menambahkan, jika tarif kamar yang dikenakan sesuai Pergub kita rekom untuk tetap dipertahankan dan bila melampaui dari ketentuan perlu di ingatkan, ditegur dipahamkan makna Pergub ini diterbitkan.

“Aturan ini lebih mengedepankan pembinaan tapi kalau sudah kita ingatkan, beri pemahaman dalam batas tertentu kemudian tidak di ndahkan tentu ada pertimbangan untuk memberikan rekomendasi pengenaan sanksi administratif oleh instansi yang memiliki wewenang. Oleh karenanya kita mengajak pengelola penginapan yang belum terisi supaya perpijak dari Pergub ini,” tutup Yusron. (TN-red)

Related Articles

Back to top button