Tak Dilibatkan pada Pra Musim MotoGP, Asosiasi Pengusaha Transportasi NTB gelar Aksi Depan Bandara Lombok

Lombok Tengah, Talikanews.com – Sebanyak 100 anggota Asosiasi Pengusaha Transportasi (APTA) NTB gelar aksi di depan Bandara Lombok, karena tidak dilibatkan dalam pra musim dan event MotoGP. Sehingga mereka menolak kendaraan luar masuk sebagai alat transportasi event MotoGP.
Koordinator Lapangan, Lalu Reza Fadila minta supaya oknum staf dari ITDC NU (Nusantara Utility) yang telah meremehkan pelaku transportasi lokal agar dicopot, bahkan di usir dari Lombok.
Selain itu, massa aksi tekankan PT Angkasa Pura Bandara Lombok, supaya membatalkan counter ITDC yang ada di Bandara Internasional Lombok. “Intinya kami menolak kendaraan luar masuk NTB sebagai transportasi MotoGP dan minta supaya libatkan kendaraan atau pengusaha lokal sebagai transportasi pendukung MotoGP,” tegasnya, saat Orasi depan Bandara Lombok, Senin 7 Februari 2022.
Reza mengaku, dari treval lokal hanya meminta supaya dilibatkan dalam kegiatan pra musim dan event MotoGP. Akan tetapi, dari pihak ITDC NU sebagai kordinator bidang transportasi tidak melibatkan Asosiasi. Anehnya, malah pihak ITC NU justru berkoordinasi dengan Pendor luar. “Apakah kami selamanya akan jadi penonton di kampung halaman sendiri?,” ungkapnya.
Lain halnya dengan Sukri. Ia menyebut driver APTA sangat menguasai berbagai bahasa, sehingga dirinya pertanyakan apa alasan tidak diterima. “Kami sudah siapkan kendaraan dan sudah mengajukan proposal ke ITDC namun ditolak. Ini yang menjadi pertanyaan dan membuat kami geram,” tegasnya.
Berbeda dengan Abdul Mutalib. Ia mengaku, aksi ini dilakukan karena merasa ada pelecehan intelektual oleh oknum tertentu. “Kita tidak bisa dibohongi dengan pelat mobil yang bertuliskan plat Lombok. Padahal kendaran tersebut dari luar, kami minta pengusaha lokal harus dilibatkan karena jangan dijadikan penonton,” pintanya.
Sebagai pelaku transportasi pariwisata menuntut keadilan dari pemerintah agar tidak menjadikan pengusaha transportasi lokal sebagai penonton saja. “Kami hanya ini ada solusi, demi kondusifitas daerah,” kata dia.
Sementara itu, Mamiq Defi mengaku, saat event WSBK 2021, kendaraan lokal tidak dilibatkan, begitu halnya pada pra musim MotoGP tanggal 11-13 Februari mendatang tidak dilibatkan juga. Padahal sudah melakukan pertemuan dengen pihak-pihak terkait, namun tetap tidak dilibatkan.
” Ini yang mengawali keinginan aksi. Kami masyarakat lokal hanya mendapat debu dan sampah setiap ada kegiatan event besar. Travel lokal tidak pernah dilibatkan, padahal kami lebih lengkap legalitas surat maupun bahasa,” ujar dia.
Alus Darmiaha menuturkan, masyarakat Lombok Tengah masih beritikad. Namun perlu diketahui, kegiatan hari ini bentuk permulaan aksi.
“Terimakasih TNI-POLRI yang telah mengawal kami dalam kegiatan ini. Meskipun tidak direspon pihak MGPA,” kata dia.
Alus mengancam akan blokade jalan Bandara-Mandalika jika tidak dilibatkan. Malah swiping kendaraan yang bukan kendaraan trevel lokal.
Pada kesempatan itu, Kapolsek Pujut, Iptu Dorpin meminta kepada anggota Asosiasi tidak menutup akses jalan masuk ke bandara.
Perwakilan dari Angkasa Pura I Airport Operation, Services & Security Senior Manager, Misranedi menyampaikan, Angkasa Pura hanya sebagai pengelola Bandara, tidak punya kontrak dengan ITDC maupun NU (Nusantara Utility).
“Tidak ada counter di selasar bandara untuk lTDC NU dan kegiatan jual beli tiket. Yang ada adalah meja untuk registrasi tamu yang datang dan sama pada saat kegiatan acara ITDC NU,” tutupnya (TN-red)





