Rohmi, Dr. Zul dan TGB akan bersaing di Muktamar ke-1 NWDI?

Mataram, Talikanews.com – Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) akan menggelar Muktamar ke-1, pada Sabtu hingga Senin, tanggal 29 – 31 Januari, tahun 2022, akan berlangsung YPH Pondok Pesantren Darunnahdlatain NWDI Pancor, Lombok Timur, NTB. Beredar isu, tiga nama akan merebut posisi Ketua Umum NWDI yakni, Dr H Zulkieflimansyah, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah dan Dr. TGH M Zainul Majdi atau dikenal Tuan Guru Bajang (TGB).

Ketua Stering Committee (SC) H Irzani menegaskan, semua orang berpeluang untuk menjadi Ketum NWDI, akan tetapi harus memenuhi syarat yang tertuang dalam Anggaran Dasar Rumah Tangga (AD/RT) dan semua itu tergantung Muktamarin atau peserta Muktamar.

“Ada 578 pemegang suara. Muktamar ini terbuka untuk semua orang, terutama Kader NWDI, tidak menutup kemungkinan tiga orang itu bisa mencalonkan diri, tapi tergantung Muktamarin, karena syarat Ketum itu sudah di atur dalam AD/RT yakni Ahlus sunah waljamaah,” ungkap H Irzani dalam konfrensi pers, Rabu 26 Januari 2022, di TGB Center Mataram.

Irzani menjelaskan, tanggal 15 Jumadil akhir 1433 H/17 Agustus 2022, Madrasah NWDI telah genap berkhidmat 87 tahun sejak didirikan oleh Pahlawan Nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid 15 Jumadil Akhir 1356 H/ 1937 M di Pancor.

NWDI telah menjadi sumber dan pangkal tolak perjuangan kebangsaan dan keislaman, berkhidmat untuk ummat dan membangun Indonesia maju sebagai perwujudan hubbul wathan minal iman (cinta pada tanah air) dan menjadi rahmatan lil alamin (penebar kasih sayang untuk semesta) yang terimplementasi dalam Wasathiyah Islam (Moderasi Islam) NWDI.

Dikatakan Irzani, Muktamar Ke-1 NWDI mengangkat tema “Khidmat kepada Ummat, bangun Indonesia Maju”. Sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga NWDI, Muktamar sebagai forum tertinggi dalam organisasi NWDI ini bertujuan untuk membahas dan menetapkan, pertama masalah-masalah keagamaan (Al Bayanat Addiniyah), kedua perubahan Angggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, ketiga mengenai garis besar program NWDI Lima tahun kedepan, keempat, menyusun rekomendasi terkait pergerakan dan kontribusi NWDI untuk kemaslahatan bangsa, serta dan kelima pemilihan Rais “Am dan Ketua Umum Pengurus Besar NWDI.

“Para nahdliyyin dan nahdliyyat yang akan menyemarakkan muktamar berjumlah
1.244 orang peserta dari 27 Provinsi di Indonesia dan 4 negara perwakilan khusus Arab Saudi, Mesir, Yaman dan Malaysia. Peserta Muktamar berasal dari utusan, pengurus besar, pengurus wilayah, pengurus daerah, pengurus cabang, pengurus perwakilan dan pimpinan pusat badan otonom,” kata dia.

Sedangkan peninjau muktamar lanjutnya, berasal dari pimpinan pesantren, cendikiawan dan tokoh Agama dan masyarakat yang diundang khusus. Muktamar dilaksankaan dengan model Hybrid offline di Pancor dengan Prokes ketat Covid-19 dan online melalaui platform zoom meeting.

Muktamar akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo, dan dihadiri beberapa menteri Kabinet Indonesia Maju seperti Mendikbud RI, Menteri Agama, Menteri BUMN, Menteri Pariwitasata dan Ekonomi Kreatif.

Turut diundang Pengurus Besar Ormas Islam Indonesia yang terhimpun dalam LPOI. Hal ini untuk menambah syiar dan semarak Muktamar NWDI, Panitia menyelenggarakan rangkaian kegiatan Pra Muktamar dari tanggal 17-28 Januari 2022. Beberapa rangkaian kegiatannya: Webinar Nasional, Focus Group Discussion (FGD), Talkshow, Halaqoh Alim Ulama, ground breaking pembangunan Gedung NWDI Center NTB, Peresmian Klinik Kesehatan HAMZANWADI, Kegiatan Bakti Sosial Vaksinasi Covid-19, Donor Darah, Khitanan Massal dan Pembagian paket sembako.

Kegiatan Pra Muktamar menghadirkan tokoh bangsa, cendikiawan, akademisi, praktisi dari berbagai universitas, ORMAS Islam dan unsur pemerintahan terkait dengan aneka tema “Peran Ormas Islam Indonesia, Profesionalisme Guru dan Pondok Pesantren, koperasi syariah dan lembaga keuangan syariah, sistem dakwah dan pengkaderan NWDI, hingga pengembangan buku ajar ke-NWDI-an,”.

Apakah dalam Muktamar nanti akan membahas soal dorongan bagi Kader untuk masuk Politik? Ditegaskan H Irzani, jika ada peserta melempar isu, harus ada orang NWDI maju di poltik, jelas tergantung peserta.

“Materi pembahasan di Muktamar itu sudah ada dalam rekomendasi. Selanjutnya dilempar ke peserta, nanti tergantung Muktamarin saja. Intinya, NWDI telah berdakwah puluhan tahun, namun masuk dijajaran struktural itu baru belasan tahun,” ujarnya.

Anggota Stering Committee (SC) Dr H Najmul Akhyar, menyebut Muktamar ini wadah perkumpulan, ini pertama kali gelar Muktamar, sebagai Madrasah yang didirikan TGH M Zainuddin Abdul Majid.

“Peserta offline sekitar 700 orang, peserta dari luar daerah ikut secara online,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button