IPK Provinsi NTB pada Posisi 15 Nasional Indikator Pelatihan dan Kompetensi Tenaga Kerja

Mataram, Talikanews.com – Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Provinsi Nusa Tenggara Barat berada diposisi 15 secara Nasional, pada indikator pelatihan dan kompetensi tenaga kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Peka NTB, I Gede Putu Ariyadi menyampaikan, IPK NTB meningkat tajam urutan 15 secara Nasional, sebelumnya pada posisi 34.
“Melalui terobosan pelatihan dan pemberdayaan tenaga kerja terpadu (pepadu) plus pendampingan produktivitas wira usaha dan bantuan peralatan yang dilakukan Disnakertrans NTB berkolaborasi dengan lembaga pelatihan kerja dan dunia industri, serta OPD terkait lainnya, IPK NTB melompat menjadi ranking 15 Nasional,” ungkap Gede Ariyadi, Selasa 25 Januari 2022.
Gede Ariyadi menyebut, pada Indikator pelaksanaan pelatihan dan kompetensi tenaga kerja, NTB berhasil menempati posisi terbaik nasional. Ini merupakan prestasi luar biasa, karena pada tahun sebelumnya, ranking IPK NTB selalu berada diposisi paling bawah.
Gede Ariyadi mencontohkan, IPK NTB tahun 2019 berdasarkan penilaian terhadap kinerja pembangunan ketenagakerjaan NTB menggunakan data indikator capaian tahun 2018, IPK NTB menempati posisi 26 Nasional. Malah belum pernah mencapai 20 besar Nasional.
IPK NTB tahun 2020 berdasarkan penilaian pemerintah pusat menggunakakan data indikator capaian pembangunan ketenegakerjaan tahun 2019, posisi NTB terjun bebas ke juru kunci ranking 34 dari 34 Provinsi.
“Kami targetkan IPK NTB tahun 2022 ini, dengan menggunakan indukator capaian kinerja tahun 2021-2022, NTB harus bisa menempati posisi 10 besar nasional,” Gede Ariyadi optimis.
Ia menambahkan, dua program unggulan yaitu pepadu plus dan zero unprosedural pemberangkatan PMI melalui gerakan edukasi dan sosialisasi terpadu menjadi Pekerja Migran Sukses, akan terus diperkuat, melibatkan dan bersinergi dengan seluruh stakeholder terkait.
“Dari sisi capaian zero uprosedural PMI, kami bersyukur tahun ini Satgas perlindungan PMI NTB mendapatkan anugerah/tropi penghargaan dari Menaker RI sebagai Satgas PPMI terbaik Nasional, Satgas yang responsif dan memiliki program pencegahan dan perlindungan PMI yang dinilai sangat produktif,” ujarnya.
Secara bertahap lanjutnya, kegiatan edukasi, sosialisasi dan pecegahan mulai dari hulu/desa sudah mulai menampakkan hasil. Kasus-kasu PMI bermasalahpun mulai bisa ditangani satu per satu, termasuk sikat sindikat/mafia PMI kini sedang berproses dan mendapat dukungan dari TNI dan Polri.
“Kami optimis dg kebersamaan dan soliditas yg baik, target tersebut akan bisa direalisasikan,” tutupnya (TN-red)





