Presiden Jokowi Inginkan Destinasi Super Preoritas Mandalika berdampak Nyata bagi SDM Lokal

Lombok Tengah, Talikanews.com – Presiden telah menetapkan 5 Destinasi Wisata Super Prioritas dari 10 Destinasi Wisata Prioritas, salah satunya DSP Mandalika. Kehadiran DSP Mandalika ini diharapkan dapat dirasakan manfaatnya dalam sektor Ketenagakerjaan, khususnya bagi masyarakat NTB. Untuk itu Presiden telah menugaskan Kementerian Ketenagakerjaan supaya memastikan dampak tersebut berjalan dengan baik.

Menindaklanjuti penugasan tersebut, Kemnaker telah menyiapkan desain untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan industri termasuk pelaku usaha di sektor pariwisata dengan membentuk pusat pelayanan Ketenagakerjaan di Kawasan Ekonomi Khusus dan Kawasan Industri, yang disebut juga sebagai Anjungan SIAPKerja (Anjungan Sistem Informasi dan Aplikasi Pelayanan Ketenagakerjaan).

Hal tersebut diungkapkan Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja Caswiyono Rusydie bersama Direktur Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan Kemnaker RI Muhammad Ali, Kepala Pusat Perencanaan Kemnaker RI Siti Kustiati saat rapat Koordinasi bersama Kadisnaker NTB, Gde Aryadi, Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro, Anggota Komisi V DPRD NTB, H. Akhdiansyah dan Kepala BLK Lombok Timur, Sabar, serta Ketua FKLPI-D, Ketut Sarta di Kantor ITDC di Kuta Mandalika, Jumat 14 Januari 2022.

Menurut Mas Cas sapaannya, Anjungan SIAPKerja konsepnya semacam PTSA (Pelayanan Terpadu Satu Atap), One Stop Labor Office, yang menyediakan pelayanan ketenagakerjaan secara digital. Mulai dari pelayanan pelatihan untuk mempersiapkan SDM yang terampil dan berkompeten. Pelayanan pemagangan yang selama ini sudah dilakukan termasuk di sektor pariwisata. Pelayanan sertifikasi yang mendapatkan pengakuan oleh lembaga resmi negara yaitu BNSP. Kemudian juga pelayanan setelah pelatihan seperti informasi pasar kerja serta pelayanan penempatan sesuai dengan kompetensinya. Selain itu diharapkan ke depannya Anjungan SIAPKerja ini dapat memberikan pelayanan jaminan sosial yang akan terintegrasi dengan BPJS Ketenagakerjaan.

SIAPKerja saat ini masih web-based, semoga dalam waktu dekat aplikasi Android dan IOSnya sudah bisa muncul. Jadi, kalau pencari kerja register di SIAP KERJA memasukkan profilnya, lulusan apa, punya sertifikat apa, mencari kerja untuk jabatan apa, maka tenant di ITDC ini yang membutuhkan pekerja dengan spesifikasi tersebut di-match-kan melalui aplikasi SIAP KERJA itu.

Anjungan itu disiapkan untuk help desk. Ada personil-personil yang memang untuk menghubungkan pelayanannya. Misalnya Skill-Hub, yang berhubungan dengan BLK akan mengadakan skilling, reskilling, upskilling, dimana jika lulusan SMK tidak mempunyai skill mau melamar di kawasan hospitality bisa register di aplikasi tersebut. Di dalam aplikasi tersebut terdapat register untuk pelatihan hospitality, F&B dan beberapa pelatihan lainnya yang ada di BLK contohnya BLK Lombok Timur.

“SIAPkerja atau Sistem Informasi dan Aplikasi Pelayanan Ketenagakerjaan adalah branding baru dari Kementerian Ketenagakerjaan dengan melakukan penyempurnaan di berbagai segi dari Sisnaker, sistem informasi ketenagakerjaan yang terdahulu,” jelas Caswiyono.

Nantinya tinggal disesuaikan dengan lowongan kerja yang dibutuhkan oleh Perusahaan/Badan Usaha. Jika sudah melakukan register dan mendapatkan pelatihan di BLK Lombok Timur, sertififikasinya pasti diakui seluruh dunia karena terdapat stempel BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Cara melakukan registrasi skillhub sangat mudah, hanya dengan nomor handphone, kita mengisi data diri dan nantinya akan mendapatkan notifikasi pelatihan yang cocok. Lalu setelah sertifikat didapatkan, dimatchkan dengan dunia industri/pemberi kerja.

Lalu ada aplikasi karirhub yaitu aplikasi yang menghubungkan para pencari kerja dengan pemberi kerja.

“Portal ini diharapkan menjadi jembatan yang efektif dalam rangka link and match ketenagakerjaan dimana tenaga kerja yang kompeten, mempunyai skill serta bersertifikat dapat bertemu dengan mudah dengan perusahaan yang membutuhkan calon pekerja yang kompeten,” ungkap Caswiyono Rusydie.

Dengan Anjungan SIAPkerja, akan mempermudah kebutuhan SDM di dunia industri, terutama Kawasan Destinasi Wisata Super Prioritas (DSP) yang ada di KEK Mandalika. Tidak hanya Kepala Dinas Provinsi/Kota/Kabupaten, Kepala BLK Lombok Timur atau Pejabat Struktural lainnya yang mendukung program tersebut, tapi Komisi V DPRD pun ikut mendukung anjungan SIAPkerja tersebut. Pihak ITDC memberikan ruang untuk kesempatan kerja. Tujuan utama kita sama yaitu membuka ruang ketenagakerjaan

Selain SIAPkerja, Aplikasi Pelayanan Tenaga Kerja Asing mempermudah TKA untuk mengurus dokumen tanpa perlu datang ke kantor pusat. Aplikasi tersebut akan terhubungan ekosistem ketenagakerjaan asing dan pihak negara asal TKA dan imigrasi setempat.

Di luar pelayanan kepada masyarakat, Kemenaker juga melayani industri untuk mengakses WLKP (Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan) dan WLLP (Wajib Lapor Lowongan Pekerjaan), Konsultasi dan Pelayanan K3. Ke depan juga akan ada pelayanan Jamsos, hubungan industrial, dst.

Untuk itu maka, Kementerian Ketenagakerjaan mengajak berbagai pihak dan stakeholders mulai dari Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, Lembaga-Lembaga Pelatihan, UPTD, UPTP, dunia usaha/dunia industri termasuk pengelola kawasan untuk bekerja sama.

Pada bulan Februari mendatang, Kementerian akan melakukan Kick off atau Launching Pelatihan secara nasional di UPT BLK Lombok Timur yang akan dihadiri oleh Presiden RI dan rencananya akan dirangkai dengan Peresmian Anjungan Siap Kerja di KEK Mandalika.

“Mandalika sedang sangat seksi di mata dunia. Banyak investasi yang akan hadir. Kunjungan juga akan semakin meningkat, Hotel-hotel harus disiapkan dengan baik. Sehingga kami bertanggung jawab dalam mempersiapkan SDM.” tutup Cakrawangsa. (TN-red)

Related Articles

Back to top button