
Lombok Tengah, Talikanews.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah upayakan rehab atap SDN 1 Beleka, Kecamatan Praya Timur, yang nyaris roboh, sumber dana dari APBD Perubahan Loteng tahun 2022.
Kepala Bidang Sekolah Dasar pada Disdik Loteng, Makbul Ramen, menyampaikan setelah mendapatkan informasi tentang keberadaan sekolah itu, pihaknya akan mengupayakan rehab atap gedung bangunan SDN 1 Belaka itu pada ABPD perubahan 2022.
“Sejak saya menjabat, sudah dikeluhkan ruang kelas yang tidak layak pakai. Insyaallah SDN 1 Beleka ini akan menjadi prioritas kami untuk mengusulkan pengerjaannya pada angaran pendapatan belanja daerah perubahan (APBDP) tahun 2022,” kata Makbul saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 12 Janji 2021.
Makbul mengakui selama ini memang ada sistem yang sangat buruk dalam pengusulan dan penganggaran di Dinas Pendidikan terutama dalam rehab bangunan sekolah.
Ramen menyebut, banyak sekolah mendapatkan bantuan anggaran setiap tahun secara berturut turut, baik rehab bangunan atau untuk membangun gedung baru. Ini semua ada permainan oknum.
“Setelah kami turun kelapangan, ternyata ada juga sekolah yang belum di sentuh anggaran sama sekali dari tahun 2009. Jadi, ini yang akan kita proritaskan nanti untuk di usulkan agar mendapatkan dana rehab dari alokasi khusus (DAK) tahun 2023,” ujar Makbul
Atas dasar itu Makbul bertekad untuk memutus mata rantai sistem pengelolaan dan pelayanan yang buruk di tubuh Dinas Pendidikan khususnya di bidang SD dengan tegas.
Ada dua kemungkinan penyebab sekolah itu tidak mendapatkan bantuan dari pusat. Pertama, lantaran tidak validnya data sekolah yang di ajukan pihak sekolah sehingga saat dilakukan validasi, data yang di aploud di sistemnya Kemendikbud tidak valid.
Penyebap kedua, bisa saja oknum yang mempunyai otoritas dalam hal ini pilih kasih dalam penentuan sekolah yang harus mendapatkan bantuan, sehingga sekolah itu saja mendapatkan bantuan.
“Kalau memang benar ada mafia seperti itu, maka sistem pelayanan ini yang harus kita putus mata rantainya,” papar Makbul
Ia juga meminta agar pengusulan DAK tahun 2023, para operator di masing masing satuan pendidikan untuk lebih inten melakukan Input data dan sinkronisasi data supaya tidak terjadinya lagi human error.
Begitupun kepala sekolah harus lebih tegas terhadap bawahannya agar harapan dan impian dalam mewujudkan sekolah yang unggul dan berkualitas dapat tercapai.
“Insyaallah kita akan rubah semua sistem pelayanan ini agar harapan kita bersama dapat tercapai,” tutupnya. (TN-03)