
Lombok Tengah, Talikanews.com – Atap ruang kelas SDN 1 Beleka, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, nyaris roboh karena luput dari perhatian pemerintah. Sehingga, siswa-siswi yang ada disana terpaksa berbagi ruangan dengan guru dan kepala sekolah.
Kepala SDN 1 Beleka, Sarjan Efendy menyampaikan atap bangunan ruang guru dan ruang kelas 3 dan 4 itu sudah tidak berani di tempati sebagai tempat belajar mengajar, mengingat sajauh ini atap bangunan itu sudah mulai berjatuhan, dapat membahayakan siswa dan siswi.
Ia mengaku, kondisi bangunan ini sebelumnya sudah disampaikan bahkan mengirim proposal perbaikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah supaya mendapatkan anggaran rehab, namun sampai saat ini belum ada jawaban.
“Tahun 2018 dan tahun 2020 sudah kita laporan bahkan dengan proposal agar bangunan ini mendapatkan perhatian perehapan tetapi hingga saat ini belum ada jawaban, padahal kondisi atap bangunan ruang kelas sangat membahayakan mengingat sewaktu waktu atap bangunan itu bisa saja roboh dengan sendirinya,” tutur Kasek, Selasa 11 Januari 2022.
Agar proses belajar mengajar dapat berlangsung normal lanjutnya, siswa dan guru harus rela berbagi ruangan. Pasalnya bangunan perpustakaan yang seharusnya sebagai ruang baca siswa terpaksa di gunakan juga sebagai ruang guru.
“Kita siasati, mau tidak mau karena ruang guru dan atap ruang kelas roboh, tidak ada pilihan selain menggunakan gedung perpustakaan ini sebagai ruang guru,” ujarnya.
Kendati demikian, pihaknya berharap Dinas Pendidikan Lombok Tengah turun mengecek langsung kondisi bangunan ruang kelas tersebut, dengan begitu Dinas terkait dapat mengambil kebijakan yang tepat.
“Saya khawatir anak anak di timpa atap bangunan itu, karena yang namanya anak-anak kita tidak tau kadang dia bermain dalam kelas itu. Jadi mohon kepada pemangku kebijakan agar bangunan ruang kelas ini segera di perbaiki,” pinta Sarjan
Sarjan menambahkan SDN 1 Beleka ini sekolah gugus atau sekolah inti. Setiap ada kegiatan antar sekolah selalu kegiatan itu di laksanakan di sini.
“Siswa kita di sini sebanyak 205 siswa, bisa di katakan SDN 1 Beleka ini sekolah yang gemuk, tapi kita kekurangan ruang, sebelumnya ada 8 kelas sekarang tingal 5 kelas yang layak pakai, sisa yang 3 kelas rusak parah,” tutupnya. (TN-03)