HBK Serahkan 50 Kunci Rumah Layak Huni ke Warga Loteng

Lombok Tengah, Talikanews.com – Anggota DPR RI Dapil NTB 2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) menyerahkan 50 kunci rumah layak huni kepada warga Lombok Tengah, berlansung di Dusun Selusuh, Desa Mas -Mas, Kecamatan Batukliang Utara, Kab. Lombok Tengah, Sabtu 8 Januari 2022.

Kunci rumah yang diserahkan HBK itu merupakan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2021.

“Tahun 2022 ini saya akan memperjuangkan tambahan untuk masyarakat Pulau Lombok. Saya mohon doanya,” kata HBK di hadapan warga.

HBK mengatakan, bantuan BSPS di Lombok Tengah, tahun anggaran 2021 sebanyak 50 rumah tersebar di beberapa Kecamatan.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini mengharapkan program BSPS yang diberikan tersebut bisa membantu meringankan beban warga yang belum mampu memperbaiki rumah mereka. Apalagi di tengah serangan Covid-19 yang menyebabkan banyak masyarakat menghadapi kesulitan.

Hasil dari BSPS ini adalah terwujudnya rumah layak huni dengan pemberi bantuan yang tepat sasaran, tepat prosedur, tepat waktu, bermanfaat, dan akuntabel.

HBK menyebutkan bahwa program BSPS atau bedah rumah, merupakan program dari Kementerian PUPR yang diperjuangkannya di Senayan.

“Biarpun saya di Komisi I, tapi alhamdulillah, saya bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihan P. Lombok ini secara lintas Komisi,” ujar HBK.

Nurjanah yang merupakan penerima bantuan BSPS ini mengaku sangat senang dan bersyukur atas bantuan yang diberikan.

“Saya mendo’akan pak HBK tetap sehat dan terus berbuat untuk masyarakat di Pulau Lombok,” katanya.

Setelah menyerahkan kunci tumah, HBK mengunjungi Dusun Anggur di Rebakong, Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara.

Dalam kunjungannya tersebut, HBK didampingi oleh putri tercinta Rannya Agustyra Kristiono, Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Carter Febrianto Ridawan, anggota DPRD Provinsi NTB Fraksi Gerindra dapil Lobar-KLU, Sudirsah Sujanto dan sejumlah anggota HBK Peduli.

Di kampung Anggur ini dibudidayakan puluhan varietas anggur seperti, Dixon, Monel, Trans, Gospy, Velles, Banana, CRV, dan lain-lain.

HBK menerima informasi terkait bibit anggur yang dijual cukup mahal, dan kelompok warga biasanya mengeluarkan iuran untuk membelinya, harganyapun bisa berkisar RP 450 ribu sampai Rp 1 juta.

“Saya akan perjuangkan bagaimana caranya masyarakat Dusun Rebakong bisa mendapatkan bibit yang murah dan terjangkau. Nanti saya cek di Komisi IV DPR RI,” kata HBK menjawab keluhan warga.

Selain itu, HBK juga menilai Dusun Rebakong bisa menjadi contoh bagi wilayah lain untuk memanfaatkan halaman rumah menjadi lahan yang produktif dan menghasilkan.

“Prospek kampung ini untuk dikembangkan menjadi tujuan rekreasi alternatif sangatlah besar,” kata HBK.

Apalagi nanti bila digandeng dengan pemanfaatan teknologi informasi dengan memanfaatkan sosial media untuk promosi agar wilayah ini semakin terkenal.

“Saya mendorong anak muda disini untuk tidak hanya memanfaatkan sosial media sebagai sarana hiburan tapi juga promosi,” ungkapnya.

Sementara itu, Rannya mengaku sangat senang bisa mengunjungi Dusun Anggur tersebut. Dia bahkan langsung mencoba memanen buah anggur dan mencicipinya.

“Tekstur buahnya kenyal dan manis,” kata Rannya.

Dara yang sedang kuliah di London, Inggris ini mengaku sangat berbahagia bisa ikut ayahnya datang langsung ke lokasi kampung anggur di Lombok Utara ini.

“Saya lihat postingannya di social media. Alhamdulillah, bisa langsung kesini dan bisa mencicipi buah anggur langsung dari pohonnya,” pungkasnya. (TN-red)

Related Articles

Back to top button