1 Tahun Janji Gubernur NTB di Desa Kabul belum Direalisasikan, Kadis PUPR: Tunggu Waktu

Mataram, Talikanews.com – Tanggal 16 Januari 2021, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mendatangi Dusun Sape Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah untuk silaturahmi dan berdiskusi bersama masyarakat setempat.
Kedatangan Dr Zul saat itu membawa angin segar bagi masyarakat. Bagaimana tidak, sejumlah program Pemrov NTB dijanjikan seperti pembuatan jembatan yang panjangnya sekitar 15 Meter melintasi sungai, melalui Dinas PUPR NTB di tahun 2021.
Terlebih suara yang didengarkan Gubernur saat itu dari masyarakat, jika air bah datang, siswa-siswi dari Dusun setempat meliburkan diri, mereka tidak bisa masuk sekolah. Begitu juga ketika hari Jumat warga yang rumahnya di jauh dari kampung, tidak bisa melaksanakan salat Jumat. Untuk itu keberadaan jembatan tersebut juga akan sangat memudahkan roda ekonomi masyarakat setempat.
Sempat juga menyinggung pembuatan jalan lingkungan akan diatasi oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) NTB. Sementara yang mengenai harapan masyarakat untuk kebutuhan Sumur bor akan diatasi oleh Dinas ESDM NTB. Hanya saja, janji politik tersebut hingga saat ini belum terealisasi hingga awal tahun 2022.
Terkait hal itu, Kepala Dinas PUPR NTB Ridwan Syah mengaku, realisasi pembangunan jembatan di Desa Kabul tersebut tinggal menunggu waktu saja. Hal itu, lantaran pihaknya masih melakukan penyisiran anggaran untuk merealisasikan janji Gubernur Zulkiefimansyah yang sempat berdialog dan menyapa warga setempat pada tanggal 16 Januari tahun 2021 lalu.
“Enggak usah khawatir, Insyaallah janji pak Gubernur untuk menghadirkan jembatan yang di idamkan masyarakat Dusun SapeDesa Kabul itu akan kita kerjakan pada tahun 2022. Sabar saja, karena ini kita masih cek ke jajaran saya,” kata dia pada wartawan saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya, Senin 4 Januari 2022.
Ridwan Syah mengaku, sudah menerima usulan proposal warga Desa Kabul terkait pentingnya adanya jembatan yang di idamkan oleh warga setempat.
Oleh karena itu, melalui Bidang Bina Marga, hal tersebut sudah dianggarkan untuk pembangunan jembatan tersebut. “Intinya, aspirasi masyarakat itu sudah kita tindaklanjuti. Dan sabar saja, insyaallah aspirasi adanya jembatan itu akan kita bangun pada tahun ini. Tapi, waktunya sabar saja, pokoknya begitu sudah kita rapat jajaran, maka akan langsung kita kerjakan kok,” ujar Mantan Asisten II Setda NTB tersebut.
Sementara itu, dalam penelusuran wartawan, di daftar usulan Pembangunan Infrasturktur hasil kunjungan kerja Gubernur NTB, salah satu item yakni pembangunan jembatan Limpas di Dusun Sape Desa Kabul dengan rencana anggaran Rp 500 juta, di Dinas PUPR NTB.
Kabid Bina Marga PUPR NTB, , Ir. Hj. Lies Nurkomalasari, menuturkan mengenai usulan tersebut awalnya masuk. “Masuk sih usulannya, kan masih pembahasan. Nanti kita revisi datanya.
Anggaran yang tersedia baru Rp 200 juta. Saya taksir kebutuhan jembatan di Kabul itu minimal anggaran Rp 400 juta. Coba nanti saya tanyakan perencanaanya dulu. Mungkin Rp 400 jutaan, karena panjangnya segitu,” ujarnya.
Namun bagi dia, angka Rp 200 juta itu menurutnya tidak bisa dibuat. Makanya lagi di usahakan. “Ini lagi dicarikan anggarannya pak.
Nanti kita sisir-sisir dulu,” cetusnya.
Apakah bisa dikerjakan di tahun 2022? Buk Lies belum berani memastikan. Memungkinkan sih pak. Makanya ini kan tergantung anggaran, terbatas . Jadi dicari dulu mana yang lebih diutamakan. Kalau untuk lewat Motor saja, bisa itu dibuat dengan anggaran Rp 200 juta,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB H. Lalu Pelita Putra mengaku, sejak pembahasan rapat internal dengan Dinas PUPR, usulan pembangunan jembatan di Desa Kabul, tidak masuk dalam perencanaan di OPD setempat di tahun 2022.
Hanya saja, lanjut dia, hal itu bisa dianggarkan dan dikerjakan dengan nilai Rp 500 juta, sepanjang masuk di program aspirasi Kepala d
daerah.
“Kan di Desa Kabul, Pak Gubernur sudah turun langsung dan janji dengan masyarakat tahun lalu. Maka, kalau saya, pembangunan jembatan Kabul itu mudah, karena Pak Gubernur sudah bisa merealisasikan dana puluhan miliar untuk berbagai proyek jalan dan jembatan di wilayah Pulau Sumbawa. Tentu, sekadar dana Rp 500 juta untuk membangun jembatan Kabul enggak bisa. Itu mudah,” tandas Pelita Putra. (TN-red)





