PMI Cabang Loteng Gelar Muskab VIII, Ridwan Hidayat berharap Melahirkan Pengurus Berdedikasi

Lombok Tengah, Talikanews.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Loteng menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) VIII, berlangsung di Ilira Hotel, Praya, Rabu 29 Desember 2021.
Ketua PMI Provinsi NTB, Ridwan Hidayat yang hadir saat itu menyebut, Muskab ini paling mewah terjadi di Loteng. Ia menegaskan, PMI ini ada lembaga yang diharapkan oleh masyarakat, karena memiliki program kemanusiaan. Terlebih di Loteng, merupakan Epicentrum bencana, ada gempabumi, tanah longsor, banjir dan kekeringan.
Oleh karenanya, kehadiran PMI sangat dinanti dan diharapkan oleh masyarakat juga pemerintah. “Saya berharap kepada pengurus supaya mengerjakan program kemanusiaan ini secara fokus, kalau kelihatan sederhana, namun dirasakan kemanfaatan,” katanya.
Ridwan Hidayat meminta supaya terus melakukan peningkatan kapasitas relawan di setiap sekolah. Karena, PMI harus dikenal kaum milenial. Penting juga dilakukan pelatihan bagi para pelatih, bentuk relawan siban (siaga bencana). Bahkan lanjutnya, harus mellibatkan jurnalis dalam kepengurusan, harapannya agar semua kegiatan PMI langsung dipublikasikan terupdate.
“Saya berharap supaya membentuk komunitas donor darah. Ini saya tekankan karena ada kasus, seorang Ibu di Bima, meninggal dunia akibat keterlambatan mendapatkan darah. Saya tidak ingin hal seperti ini terulang lagi, harus segera bentuk komunitas tersebut,” pintanya.
Selain itu, perlu membentuk relawan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) supaya, ketika ada bencana, mereka mengetahui cara menghadapi bencana, sebelum memakan korban.
“Pesan utama, dalam Muskab ini, jaga kebersamaan. Siapapun yang terpilih nanti, harus menerima. Mudahan melahirkan pengurus penuh semangat dan berdedikasi,” ujarnya.
Bupati Loteng, H Lalu Pahtul Bahri, juga Ketua PMI Cabang Loteng, saat itu menyampaikan, keberadaan PMI sungguh sangat membantu ketika ada bencana gempabumi. Karena, pengurusnya terus bersinergi dg masyarakat.
“Saat ini PMI Loteng sudah memiliki kantor sendiri, lahan dari hibah daerah, bangunan fisik dari PMI Pusat melalui PMI Provinsi. Terima kasih pak Ridwan Hidayat,” cetusnya.
Pathul Bahri menyarankan kepada semua pengurus, agar tetap bersinergi dengan pengurus lembaga lain, agar kegiatan kemanusiaan ini tetap berjalan.
Pathul Bahri memerintahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Praya, supaya kedepannya, Unit Transfusi Darat dikelola oleh PMI.
“Sebagai Bupati, saya perintahkan, tapi sebagai Ketua PMI Cabang Loteng, saya meminta agar pengelolaan darah itu langsung oleh PMI. Tapi, carikan aturannya,” tutupnya (TN-red)





