Komisi IV DPRD NTB tinjau kualitas Perbaikan Jembatan Meninting yang di Hantam Banjir

Mataram, Talikanews.com – Komisi IV DPRD NTB, tinjau kualitas perbaikan Jembatan Meninting yang terputus di hantam Banjir Bandang. Jembatan itu merupakan akses penghubung Kota Mataram – Senggigi dan Lombok Utara.
Ketua Komisi IV DPRD, H Puaddi, di dampingi Ruslan Turmudzi, Lalu Pelita Putra, dan Sudirsah Sudjanto, menekankan kepada Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Nusa Tenggara Barat dan pihak berwenang, supaya mengatensi kondisi jembatan tersebut. Hasil pantauan, tiang pancang jembatan perlu diganti karena ada retakan akibat di hantam Banjir.
“Kami melihat, tiang pancang itu sudah tidak kuat menahan bebankan jembatan. Sehingga harus segera diganti,” ungkapnya, Rabu 22 Desember 2021.
Puaddi pertanyakan kekuatan jambatan yang sudah dikerjakan, apakah layak untuk dilintasi penggunaan jalan dan tidak menimbulkan korban kedepan. “Memang respon pihak terkait langsung memperbaiki Jembatan yang terputus itu. Tapi, kami mau pastikan, apakah kualitas bagus atau tidak. Jawaban pihak Balai Jalan, untuk sementara, masih layak digunakan,” kata dia.
Terkait hal itu, PPK Satker 2 BPJN NTB, Agung Esa, menyampaikan, perbaikan jembatan ini karena awal bencana banjir bandang, secara struktur terjadi Oprit di ujung Jembatan sehingga segera di atensi supaya bisa dilintasi.
Dengan demikian, di ambil tindakan penanganan sementara pemasangan Friction Pile yang merupakan penyaluran sebagian besar daya dukung tiang berasal dari gesekan antara tanah dengan sisi-sisi tiang pancang, dengan kata lain kemampuan tiang pancang dalam menahan beban hanya mengandalkan gaya gesekan antara tiang dengan tanah disekelilingnya.
“Untuk sementara Jembatan itu bisa di lalui. Tapi untuk kendaraan kecil saja, bukan kendaraan muatan berat,” ujarnya.
Secara konstruksi lanjutnya, tiang pancang Jembatan itu masih bisa menahan debit air. Namun, target penuntasan pembangunan total, kemungkinan tahun 2022 tergantung pemerintah pusat karena, dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara 1, yang merupakan leading sektor, sudah mengusulkan, masih menunggu pemerintahan Pusat, mudahan tidak terlalu lama direspon.
Adapun rencana pembangunan Jembatan Meninting itu, untuk bentangan sepanjang 60 meter, dengan lebar 7 meter. Diperkirakan kebutuhan anggaran bersumber dari APBN sesuai di usulkan BWS NT 1, sebesar Rp 30 Miliar.
“Usulan itu masih dikaji oleh Pemerintah Pusat, jika tidak ada kendala, kemungkinan tahun 2022 bisa dikerjakan. Pengerjaan nanti sejajar dengan Jembatan A,” tutupnya (TN-red)





