325 Lulusan LPKN Training Centre Mataram siap Memasuki Dunia kerja dan Jadi Pengusaha

Mataram, Talikanews.com – Lembaga Pelatihan Kerja Nasional (LPKN) Training Centre Mataram, meluluskan 325 Mahasiswa tahun akademik 2020/2021, siap memasuki dunia kerja dan menjadi pengusaha.

Direktur LPKN Training Center Mataram Naktika Sari Dewi, menyampaikan, mahasiswa yang wisuda hari ini sebanyak 325 orang, dengan jurusan Administrasi Perkantoran dan Sekretaris, Manajemen Administrasi Perhotelan, Komputer Akutansi dan Perpajakan, dan jurusan Perhotelan dan Kapal Pesiar.

Dikatakan Dewi, capaian Wisuda tahun 2021 mengalami kenaikan, yaitu berada pada angka 72 persen,untuk penempatan kerja dan berwirausaha, namun sedikit menurun dibandingkan capaian tahun sebelum pandemi yang mencapai 80 persen.

“Angka ini adalah pencapaian dari mahasiswa yang tetap semangat untuk melamar pekerjaan dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya dan pantang menyerah dalam memulai usaha dengan modal Rp 1.000.000 sampai bisa usaha mandiri,” ujar Dewi, Rabu 22 Desember 2021, di Prime Park Mataram.

Sekretaris FKLPI-D NTB menyampaikan LPKN Training Center Mataram menjadi salah satu dari 29 lembaga di seluruh Indonesia yang terpilih menjadi lembaga terbaik menurut Kementerian Pendidikan, Vokasi dan Kursus Indonesia. Semua materi kuliah di LPKN diakui jika ingin melanjutkan kuliah di jenjang lebih tinggi, khususnya di Universitas Terbuka dan STP Mataram.

“Lulusan LPKN Training Center Mataram bisa melanjutkan kuliah sambil bekerja atau mengelola usaha di Universitas Terbuka dan STP Mataram,” ungkapnya.

LPKN Training Center Mataram adalah satu-satunya lembaga pelatihan yang menjadi mitra kartu prakerja untuk Indonesia Bagian Timur dan akan menjadi mitra sampai tahun 2024,” tuturnya.

Terkait Lulusan itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, menyambut baik dan mengajak para lulusan LPKN Training Centre Mataram, menyiapkan diri memasuki dunia kerja menjadi pekerja dan pengusaha yang profesional dan kompeten.

“Modal awal memasuki dunia industri adalah memiliki skill dan etos kerja yang di dalamnya ada disiplin, kejujuran, sifat optimis dan semangat juang tinggi untuk sukses,” kata Gede dalam sambutan Wisuda.

Aryadi mengapresiasi capaian kinerja LPKN Training Center Mataram yang lulusannya setiap tahun mampu terserap didunia kerja dan industri rata-rata mencapai 80 persen.

“Ini prestasi yang luar biasa,” ujar mantan Kadis Kominfotik NTB itu. Bahkan meski di dera pandemi Covid 19, terang Gde serapan alumni LKPN Mataram pada tahun ini mengalami kenaikan, yaitu pada angka 72 persen untuk penempatan kerja dan wirausaha, dibandingkan tahun 2020 pada angka 60 persen.

Keberhasilan tersebut, menurut Aryadi karena pola pendidikan vokasi di LPKN Mataram menerapkan kolaborasi dengan dunia industri, dimana instruktur dan kurikulumnya berasal dari para profesional dan praktisi dari asosiasi dan dunia usaha.

Ia juga mengingatkan bahwa Provinsi NTB kini menjadi salah satu daerah yang diberikan berkah luar biasa. Selain, KEK Mandalika ada beberapa proyek strategis lainnya yang perlu lebih awal disiapkan tenaga kerjanya, yakni pengembangan kawasan industri smelter di KSB dan kehadiran PT. Sumbawa Timur Mining (PT. STM) di Hu’u Dompu yang kini sedang melakukan eksplorasi pertambangan mineral.

“Tentu ini akan membuka banyak kesempatan kerja bagi masyarakat NTB, termasuk terbukanya berbagai usaha industri turunannya yang akan banyak membawa kemanfataan ekonomi dan peluang kerja baru bagi daerah dan bangsa ini,” tegasnya.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB menggandeng Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Kerja dan Industri Daerah (FKLPI-D) bergerak cepat melakukan koordinasi dengan PT. ITDC, untuk memastikan kebutuhan, rekrutmen tenaga kerja dan pelibatan semua sektor, agar masyarakat tidak menjadi penonton di daerah sendiri.

Proyeksi kebutuhan tenaga kerja di KEK Mandalika dalam jangka waktu 10-20 tahun kedepan ketika seluruh infrastruktur dan properti sudah terbangun akan menyerap sekitar 21.000 tenaga kerja. Jumlah ini mampu kita isi dengan syarat kompetensi, skill, etos kerja serta manajemen waktu. Apalagi event di KEK Mandalika kelas internasional, masalah skill, etos kerja dan safety menjadi hal yang utama.

“Adik-adik wisudawan harus mulai merubah diri dari sekarang untuk membangun etos kerja, mampu memiliki kreativitas serta inovasi, sehingga adik-adik bisa menjadi pelaku utama di daerah sendiri,” ujar Gede.

Pemerintah Provinsi NTB akan terus berkolaborasi dengan Kabupaten/Kota bersama dunia usaha, dunia industri (DUDI) dan Lembaga Pelatihan kerja (LPK) dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Terutama kepada para instruktur dari dunia usaha dan instruktur – instruktur dari LPK yang memiliki pengalaman di tingkat internasional dan memiliki sertifikat kompetensi untuk bisa sama-sama membangun generasi muda NTB lebih baik lagi.

“Saya mengapresiasi LPKN yang menggunakan instruktur-instruktur dari dunia industri, sehingga lulusan LPKN bisa terserap di dunia industri. Kepada LPK lainnya supaya tidak menggunakan pola pelatihan yang lama, bahkan di BLK/LLK harus mulai berkolaborasi untuk menggunakan instruktur dari dunia usaha atau praktisi. Sehingga lulusan dari lembaga pelatihan inline dengan dunia usaha,” ujar Gede.

Ia berharap kedepannya pekerja di NTB tidak hanya mengisi kebutuhan tenaga kerja di sektor informal/domestik di luar negeri, tetapi juga bisa mengisi kebutuhan tenaga kerja di sektor formal di dalam negeri, terutama di daerah sendiri.

“Siapkan generasi muda dalam membangun NTB, supaya peluang yang ada bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu juga, LPKN Training Center Mataram melakukan penandatanganan MoU dengan asosiasi dunia industri yang dihadiri Kepala Dinas Nakertrans Kota Mataram, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mataram, dan Kepala Dinas Nakertrans Kab. Lombok Tengah, Ketua FKLPI-D NTB dan Ketua MHA. (TN-red)

Related Articles

Back to top button