Kantor DPC PPP Lotim di Rusak, Muzihir Mencurigai pelakunya Berasal dari Internal

Mataram, Talikanews.com – Kantor DPC PPP yang ada di Lombok Timur, di rusak dan di coret dengan bahasa kasar. Ketua DPW PPP Provinsi NTB, H. Muzihir mengaku cukup geram dengan aksi perusakan kantor DPC PPP Kabupaten Lombok Timur oleh orang yang tidak dikenal. Karena itu pihaknya akan melaporkan insiden tersebut ke aparat kepolisian untuk diusut tuntas.

Muzihir menduga, pelaku perusakan itu merupakan oknum internal. “Saya sudah instruksikan untuk mengambil langkah hukum, melaporkannya kepada pihak kepolisian untuk diusut,” ungkap Muzihir dengan nada geram, Selasa 21 Desember 2021.

Muzihir mengaku sedang mencoba melakukan penelusuran diinternal partainya, dengan melakukan klarifikasi pada jajaran pengurus DPC PPP Lombok Timur terkait insiden perusakan kantor. “Di internal juga kita akan telusuri, dalami, kita klarifikasi pengurus DPC, kenapa bisa sampai terjadi perusakan itu,” katanya.

Muzihir menduga keras, pelaku perusakan tersebut bukan orang luar, melainkan melibatkan orang dalam PPP sendiri. Pasalnya para pelaku perusakan kantor DPC PPP Lotim tersebut juga meninggalkan sejumlah coretan dinding kantor yang bertuliskan umpatan dan makian kepada Muzihir dan Akri selaku Sekretaris DPW PPP NTB.

Dari coretan-coretan umpatan dan makian yang ditujukan kepada Muzihir dan Akri itulah, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB itu makin menaruh kecurigaan besar bahwa pelakunya merupakan orang dalam yang mungkin memiliki kekecewaan terhadap Ketua dan Sekwil DPW PPP NTB.

“Karena apa kepentingannya kalau orang luar yang melakukannya, kan tidak ada. Nah makanya kemungkinannya ini ada orang dalam yang mungkin kecewa, kita tidak tahu. Makanya kita akan dalami,” katanya.

Jika nanti terbukti pelakunya adalah orang dalam PPP sendiri. Muzihir akan tegas untuk langsung menjatuhkan sanksi pemecetan kepada para pelaku, selain proses hukum tetap terus berjalan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

“Kita langsung pecat dia kalau terbukti mereka adalah orang dalam PPP. Apalagi kalau mereka itu adalah pengurus,” pungkasnya. (TN-red)

Exit mobile version