Sudutkan Masyarakat rusak jalan bypass BIL-Mandalika, Kades Sukadana: Hal Mustahil

Lombok Tengah, Talikanews.com – Munculnya tudingan yang menyudutkan masyarakat telah melakukan pengerusakan Jalan Baypas BIL-Mandalika untuk menghindari banjir. Mendapat bantahan keras dari Kepala Desa Sukadana, Kecamatan Pujut, Syukur.
Kepada media ini, Syukur mengatakan, hal mustahil masyarakat mampu merusak hotmix menggunakan linggis.
“Jangan menyalahkan masyarakat kami atas kerusakan jalan bypass BIL-Mandalika, yang ada malah masyarakat kami yang menjadi korban banjir malam itu akibat dari kecilnya gorong-gorong saluran air yang ada di jalan tersebut,” kata Syukur, Senin 13 Desember 2021.

Syukur menjelaskan aspal jalan bypass yang begitu keras dan kuat tidak mungkin mampu di rusak menggunakan cangkul atau linggis, artinya secara logika itu tidak masuk akal.
Seandainya masyarakat yang melakukan pengerusakan menggunakan alat berat itupun tidak mungkin, karena sejauh ini masyarakat yang berada di sekitar itu tidak ada yang bisa mengoperasikan alat berat untuk menggali hotmix jalan tersebut.
“Yang pasti jalan bypass itu bukan di rusak oleh masyarakat kami, tetapi jalan itu di rusak mengunakan alat berat proyek yang bekerja disana. Entah itu terlepas dari isu yang berkembang bahwa masyarakat kami yang meminta untuk jalan bypass itu di rusak agar air lancar,” ujarnya.
Pihaknya juga menyayangkan kecilnya saluran air yang di buat pihak kontraktor, padahal debit air yang mengalir melalui gorong gorong itu sangat besar, sehingga ketika hujan turun maka masyarakat di sekitar selalu terancam banjir.
“Ini salah satu akibat dari pihak kontraktor yang tidak pernah koordinasi dengan pemerintah desa, karena ketika ada persoalan seperti ini masyarakat pasti akan mengadu ke pemerintah desa,” paparnya.
Atas dasar itu pihaknya meminta kepada kontraktor untuk koordinasi dengan pemerintah desa setampat. Apa yang harus di kerjakan, setidaknya bisa dilibatkan untuk mencari solusi.
“Memang proyek ini dari pusat tetapi apa salahnya kontraktor koordinasi dengan kami selaku kelada desa di wilayah masing masing, dengan harapan jangan ada permasalahan baru yang timbul dengan adanya program pembangunan,” tutupnya. (TN-03)





