Forum Wartawan Parlemen NTB peduli korban banjir bandang di Lombok Barat

Lombok Barat, Talikanews.com – Forum Wartawan Parlemen Nusa Tenggara Barat, peduli korban banjir di Desa Sesela, Gunung Sari, Lombok Barat. Bentuk kepedulian itu, FWP membagi kebutuhan pokok, pakaian dan selimut.

Ketua FWP DPRD NTB, Fahrul Mustofa mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk perhatian atau kepedulian nyata dari keluarga besar FWP terhadap sesama.

“Mungkin bantuan dari kawan-kawan wartawan ini tidaklah seberapa, namun kami berharap semoga dapat bermanfaat,” ujar Fahrul, saat serahkan bantuan di Dusun Barat Kubur, Sesela, Gunung Sari, Rabu 8 Desember 2021.

Herianto selaku perwakilan warga setempat mengaku sangat bersyukur dan berterimakasih atas bantuan dan kepedulian dari FWP. “Saya mewakili warga mengucapkan sangat berterimakasih atas bantuannya,” ungkap Herianto

Sementara itu, SSekretaris Desa Sesela, Saeful Bahri yang hadir dalam kesempatan itu mengucapkan terimakasih kepada FWP. Dia menerangkan, bahwa untuk total keseluruhan warga yang ada di Dusun Barat Kubur itu sebanyak 247 KK. “Dan khusus di blok ini ada sekitar 15 KK dengan total 45 jiwa yang terdampak menjadi korban banjir,” tuturnya.

Dia berharap, apa yang telah dilakukan oleh FWP dapat menjadi contoh atau motivasi bagi pihak lainnya untuk berlomba saling membantu satu sama lain. Terlebih, kata dia, dalam situasi dan kondisi saat ini. Menurutnya, warga yang menjadi korban banjir saat ini sangat membutuhkan perhatian. “Kami berharap, kita semua dapat melirik desa kita. Karena kondisi semua warga yang ada disini sangat memprihatinkan,” ujar Saeful Bahri.

Salah seorang korban banjir, Iskandar (28) mengaku sangat membutuhkan adanya perhatian dan sentuhan nyata dari berbagai pihak.

Adapun kebutuhan yang paling mendesak dirasanya, yaitu seperti kelengkapan anak-anak atau bayi. “Yang paling kita butuhkan saat ini, baju, kasur/tikar dan makanan. Terutama kebutuhan anak-anak atau bayi,” ujarnya.

Tidak hanya itu, pampers, minyak telon, minyak kayu putih, dan obat-obatan sangat dibutuhkan karena disini cukup banyak anak-anak.

Iskandar bersama sang istri yang sedang menggendong buah hatinya juga sempat menunjukkan kondisi mereka. Bahkan tembok belakang rumah mereka tepatnya dibagian dapur, tembok runtuh. Untuk memasakpun mereka sudah tidak bisa.

Karena kelengkapan alat memasak sudah tidak bisa digunakan lagi. Selain itu, air sulitnya air bersih. Pasalnya, selain mesin air yang rusak, sumur yang adapun tidak lagi bisa digunakan. Ini dikarenakan air didalam sumur masih sangat kotor.

“Semua rusak (alat dapur), mau masak untuk makan juga sudah tidak bisa. Air bersih juga sangat sulit. Sumurnya masih kotor sekali,” kata ayah dua orang anak ini. “Mudah-mudahan (berbagai pihak) semuanya bisa tergerak hatinya mau menolong kami dan warga yang ada disini. Kami sangat butuh bantuan,” pungkasnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button