Janda 4 orang Anak korban banjir bandang di Batu Layar trauma pulang ke Rumah, butuh MCK dan pakaian

Lombok Barat, Talikanews.com – Seorang janda anak 4 yakni Marhamah (35), korban banjir bandang di Desa Batu Layar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, mengaku trauma pulang ke rumahnya.
“Saya hanya tinggal bersama empat orang Anak, setelah bercerai. Saya trauma, tidak berani pulang lagi, tanah di belakang rumah saya sudah bergeser,” ungkapnya, di lokasi banjir, Selasa 7 Desember 2021.
Marhamah mengatakan, menghidupi 4 orang anaknya hanya dari upah mencuci pakaian, setiap hari terkadang mendapat Rp 35000. Oleh karenanya, sangat membutuhkan bantuan dan perhatian pemerintah supaya membangunkan Rumahnya yang telah rusak di hantam banjir bandang.
Selama mengungsi, dirinya sangat membutuhkan MCK dan pakaian anak-anak. Hal itu dikatakan karena, setiap mau membuang hajat, selalu numpang di tetangga. “Sudah 2 hari ini numpang di MCK tetangga, dan 2 hari ini, Anak-anak saya yang masih Balita, belum ganti baju,” tuturnya.
Marhamah menambahkan, kalau kaitan dengan bantuan makanan, dirasa sangat cukup, yang sangat di butuhkan saat ini, MCK, dan pakaian.
“Kami trauma, Senin malam tidak bisa tidur, karena takut banjir terulang. Apalagi saat kejadian, suara gemuruh tiba-tiba di hantam banjir,” ungkapnya.
Marhamah menuturkan, banjir bandang itu mirip suara gemuruh, layaknya gempa yang melanda tahun 2018.
“Kami sudah dilanda gempa, covid-19, di tambah banjir bandang,” ujarnya.
Senada disampaikan Mahnim (35) yang juga memiliki 4 orang anak. Dirinya bersama anak dan suami selamat dari banjir itu. Hanya saja, merasa trauma pulang, takut terjadi banjir layaknya gempa.
“Masih trauma, saya ingin di bangunkan rumah, karena tidak mungkin tinggal di tenda, banyak nyamuk,” tuturnya
Mahnim menuturkan, kejadian banjir itu sekitar pukul 08.30 WITA, dan dirinya tidak mengetahui, langsung menyelamatkan anak-anak.
Terkait permintaan korban banjir tersbut, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Lombok Barat, L Winengan menegaskan, sudah berkoordinasi dengan Bupati, BPBD dan pihak terkait lainnya untuk mengusulkan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir bandang di Lombok Barat.
Adapun wilayah terdampak banjir bandang di Lombok Barat yakni, Kecamatan Gunung Sari, Sekotong, Batu Layar dan Lingsar. “Total Rumah yang rusak, baik ringan, sedang dan berat sebanyak 5574. Ini yang kami mau usulkan ke BNPB dan Menteri Menko PMK,” katanya.
Bahkan lanjut Winengan, atas arahan Bupati, dirinya bersama BPBD akan berangkat ke Jakarta untuk mengusulkan agar korban banjir di buatkan rumah layaknya hunian sementara.
“Kalau misalnya hitungan rusak sedang Rp 25 juta, dikalikan 5574 rumah, maka membutuhkan anggaran sebesar Rp 100 miliar lebih,” tutupnya.(TN-red)





