Ulama NU dari 18 Provinsi gelar Istighosah di Pantai The Mandalika meminta agar event MotoGP sukses

Lombok Tengah, Talikanews.com – Para Ulama Nahdlatul Ulama dari 18 Provinsi di Indonesia menggelar Silaturahmi Daerah (Silatda), penggerak NU, Istighosah dan berdoa di Pantai The Mandalika, Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Lombok, Minggu 5 Desember 2021.

Dipilihnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok, lokasi pertemuan para ulama NU dan Istighosah itu karena The Mandalika sudah menjadi perhatian Dunia.

Silatda dan penggerak NU itu dihadiri 10 ribu kader NU dari berbagai Kabupaten/Kota se-NTB, dirangkai Istighosah. Hadir juga Pimpinan Ponpes Qomarul Huda Bagi TGH.L.Turmuzi Badarudin, TGH.Maarif Makmun Diranse dan para ulama NU se-NTB

Pada kesemua itu, Ketua PCNU Lombok Tengah, juga Bupati H.L.Pathul Bahri bertindak sebagai Komandan Upacara. Sedangkan Inspektur Upacara, di ambil alih, KH. Mun’im DZ asal Jombang Jawa Timur.

Istigotsah dan doa bersama itu dihajatkan agar negara Indonesia,diberikan keselamatan dari ancaman Covid 19 dan agar pembangunan di Kabupaten Lombok Tengah khususnya dan NTB pada umumnya berjalan lancar dan semakin pesat, serta event event dunia seperti Moto GP, WSBK dan lainnya berjalan aman dan lancar sehingga masyarakat Lombok Tengah semakin makmur dan sejahtera.

Ketua PCNU Loteng, H L.Pathul Bahri melaporkan kepada Inspektur upacara terkait kesiapan peserta apel. “Lapor Silatda dan Apel Penggerak Kader NU siap dilaksanakan, laporan selesai” katanya dengan tegap.

Peserta apel di guyur hujan, namun mereka tetap bertahan meskipun basah.

Instruktur Pusat PKPNU, Dr. KH. Adnan Anwar mengatakan kegiatan Silatda dan Apel Penggerak Kader NU dilakukan di Kabupaten Lombok Tengah dengan alasan karena Lombok Tengah saat ini menjadi perhatian dunia dengan KEK nya dan Sirkuit Mandalika nya.

“Kita memilih lokasi kegiatan di Lombok Tengah karena Sirkuit kelas dunia ada di Loteng, banyak alasan strategis, secara geo politik Loteng jadi pusat perhatian dunia. Dengan harapan dengan jadi pusat perhatian maka kebangkitan NU dimulai dari tempat yang menjadi perhatian dunia terlebih lagi Bupati nya adalah tokoh NU” kata Staf Khusus Presiden Gusdur itu.

Dia menyakini Kabupaten Lombok Tengah akan menjadi kiblat perhatian dunia dan daerah ini trah ulama. Dalam konteks perubahan, NU harus menjadi fa’il (aktor) dengan berbaris, apel dan jadi kekuatan negara. Sebagai aktor kebangkitan, maka kader NU harus menjunjung tinggi harkat martabat NU.

Lombok Tengah selama ini dianggap sebagai kota budaya Islam maka predikat itu jangan sampai terkikis oleh perubahan kota seluruh Indonesia. Jangan sampai menghilangkan kultur faham ahli sunah Wal jamaah (aswaja), oleh peradaban global yang nanti akan masuk secara cepat.

Ada satu yang mengganjal di negara ini adalah komplik antar negara yang mengarah ke perang dunia ketiga, dan NU ingin respon itu dengan menjaga stabilitas keamanan sehingga tak dikotori oleh nafsu Angkara. “Kita tak ingin ada perlombaan senjata, akan bahayakan keutuhan negara. Saat ini kita sangat aman dan sudah jadi kiblat peradaban dunia, maka harus dijaga” jelasnya.

Dia menilai Kabupaten Lombok Tengah telah menjadi daerah king of player maka harus dijaga dengan berdoa istigosah melakukan pengamanan pagar secara spiritual sebab Lombok Tengah akan menjadi kekuatan kedua NU setelah Jawa Timur.

Sementara itu Ketua PCNU yang juga Bupati Lombok Tengah H.L.Pathul Bahri menegaskan, sebagai pelayan masyarakat dirinya menyampaikan aspresiasi setinggi tingginya khususnya kepada koordinator instruktur PKPNU pusat dan peserta apel dan Silatda dari 18 provinsi yang dihadiri juga oleh belasan kiyai. Mudah mudahan kegiatan ini berdampak tegak lurus kepada organisasi yang ada di Nusantara terlebih lagi ke Tastura.

Sebagai pelayan dirinya juga menapresiasi dan berterimakasih kepada panitia yang bekerja siang malam sehingga kegiatan ini berjalan dengan sukses.

“Selaku Ketua PCNU dan juga atas nama Bupati Lombok Tengah, saya menyampaikan terimakasih atas kepercayaan dari para kiyai PKPNU pusat yang telah memilih Kabupaten Lombok Tengah sebagai lokasi kegiatan dan berharap dimasa yang akan datang akan ada kegiatan seperti ini tingkat nasional” ujarnya.

Pada kesempatan itu Ketua PCNU Kabupaten Lombok Tengah itu menerima cindera mata dari PKPNU pusat dan juga buku menerima buku perintis pesawat N 219 rancangan Prof. Dr. Atik Bintoro dari LAPAN bekerja sama dengan PT.Dirgantara Indonesia.

Prof Atik sendiri siap menerima dan mengajarkan para Santri Santri NU soal kedirgantaraan dan perakitan pesawat untuk menambah wawasan pengetahuan.

“Kalau ada yang tertarik belajar silahkan, saya siap ajarkan, kami tanggung tempat dan biaya makan minum” ungkap Tenaga Ahli Utama dan Kepala Pusat Pengembangan Teknologi Pesawat LAPAN itu. (TN-red)

Related Articles

Back to top button