
Lombok Tengah, Talikanews.com – Kepala Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Lalu Ali Junaidi membenarkan bahwa ada warga meninggal dunia di temukan meninggal dunia di Pantai Kota Tinggi, Johor Baru, Malaysia. Yang akan bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke negeri Jiran diduga secara ilegal, melalui jalur Laut.
“Korban itu dari Dusun Peresak dan Dusun Pondok Pande Desa Berabali. Mereka dikabarkan meninggal dunia saat menyebrang ke negara Malaysia melalui jalur laut,” tuturnya, Minggu 5 Desember 2021.
Kabar duka cita itu dari keterangan Kepala Dusun setempat bahwa ada dua warganya meninggal dunia. Tapi, baru satu orang yang diketahui Identitas atas nama Basar. Sementara satunya lagi belum mendapatkan data lengkap.
Ali menegaskan, keberangkatan kedua warganya ke Negara Malaysia itu tanpa sepengetahuan Pemerintah Desa, karena dari catatan di Desa tidak adanya dokumen perjalanan yang di urus oleh kedua korban.
“Tidak ada dokumen dari desa yang di urusnya sebagai syarat perjalanan sebagai PMI ke negara tetangga. Mungkin kuduanya berangkat melalui jalur ilegal,” ujarnya.
Kendati demikian, pihaknya belum mengetahui secara pasti siapa sponsor atau Calo yang membawa dua warganya berangkat ke Malaysia melalui jalur ilegal. Namun yang pasti kedua jenazah itu merupakan warga desa Barabali.
“Konon ceritanya korban yang satunya belum sebulan pulang dari Malaysia, jadi ada kemungkinan dia yang mengajak bahkan sebagai calo,” tutup Ali.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB masih menunggu informasi resmi dari perwakilan RI di KJRI Johor Baru, terkait adanya 4 Pekerja Migran Indonesia asal NTB yang ditemukan meninggal dunia di Pantai Kota Tinggi, Johor Baru, Malaysia.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Gede Putu Ariyadi membenarkan kejadian adanya 4 orang PMI ditemukan meninggal dunia di Pantai Kota Tinggi, Johor, setelah koordinasi dengan perwakilan RI di KJRI Johor Baru.
“Info dari perwakilan RI di KJRI Johor Baru, benar dan sedang dilakukan identifikasi. Apakah ada dari warga NTB yang melapor kehilangan anggota keluarga?,” katanya Minggu.
Gede Ariyadi menuturkan, dari penjelasan pihak di Malaysia, tidak ada dokumen ditemukan di sekitar jenazah. ” Kami hanya mengandalkan hasil sidik jari dari Inafis,” ujarnya.
Gede Ariyadi menambahkan, jenazah yang ditemukan bukan 3 orang melainkan 4 orang. Satu jenazah perempuan dan 3 orang jenazah laki-laki. ” Ini informasi dari Johor Baru. Jadi benar, namun masih di cari keterangan lebih lanjut,” kata dia.
“Kita belum berani rilis resmi, sebelum ada keterangan resmi dari KJRI. Hanya info sementara ini, yang bisa kami sampaikan berdasarkan hasil koordinasi via telpon dan WA ke instansi terkait. Secara resmi akan disampaikan Perwakilan RI via KJRI Johor Baru,” tutupnya.(TN-03)