Sukseskan promosi pariwisata Road to MotoGP 2022, Poltekpar Lombok gelar Bimtek peran Media

Lombok Tengah, Talikanews.com – Politeknik Pariwisata Lombok bangkitkan peran Media dalam mensukseskan promosi pariwisata road to MotoGP tahun 2022, dengan menggelar bimbingan teknis kepariwisataan, berlansung di Sima Hotel, Kuta Lombok, Jumat, 3 Desember 2021.
Pembantu Direkrut (Pudir) 1, Poltekpar Lombok, Anas Pattaray, S. Sn., M. Par., CHE, menyampaikan, kegiatan Bimtek ini digelar karena Mandalika Lombok menjadi pusat perhatian, sekitar 1,6 miliar mata melirik Mandalika pasca perhelatan World Superbike.
“Hal ini yang perlu di tingkatkan, dan terus di promosikan,”katanya.

Menurut Anas, Bimtek ini juga bagian dari pengabdian kepada masyarakat, yang tertuang dalam Tridharma Perguruan Tinggi. “Kami mengajak semua pihak mendukung kemajuan pariwisata, menjaga keamanan dan kenyamanan,” ungkapnya.
Dikatakan Anas, dampak event WSBK bulan November kemarin sangat membantu perekonomian masyarakat. Sehingga perlu terus branding keberadaan Sirkuit Mandalika dan Kepariwisataan.
“Poltekpar Lombok berusaha persiapkan kebutuhan Sumber Daya Manusia menyambut MotoGP dan event lainnya,” ujar Anas.
Beberapa kegiatan yang pernah dilakukan Poltekpar Lombok untuk mempersiapkan SDM tersebut yakni, menggelar pelatihan terhadap 250 pemilik Huntara di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika dan Desa penyangga.
Tidak hanya itu, memberikan bimbingan dan pelatihan Hospitality terhadap Lima Desa lima wisata. Desa tersebut antara lain Desa Wisata Tete Batu (Lombok Timur), Desa Wisata Senaru (Lombok Utara), Desa Wisata Sesaot (Lombok Barat), Desa Wisata Bonjeruk (Lombok Tengah), dan Desa Wisata Batu Dulang (Sumbawa).
“Animo masyarakat terhadap pelatihan itu sangat antusias, Pemda juga mendukung kegiatan ini,” tuturnya.
Anas berharap peran Media dalam menyampaikan informasi supaya terus mengangkat konten positif yang menarik minat wisatawan berkunjung ke destinasi yang ada di NTB.
Salah satu Nara Sumber, terkait pelayanan hospitality dalam industri pariwisata, Dr. Amirosa Ria Satiadji memaparkan, dampak sosial dari perhelatan WSBK itu belum secara langsung, namun Image keberadaan event itu bahwa Nusa Tenggara Barat, Indonesia umumnya sangat dikenal dunia.
“Padatnya jalan sangat kita dirasakan, meskipun digelar dalam situasi pandemi covid-19,” paparnya.
Menurutnya, dampak pandemi covid-19 itu sangat dirasakan di semua sektor. Contoh di Bali sangat merasakan dampak pandemi ini, begitu juga secara ekonomi sangat terasa. Padahal tingkat kunjungan wisatawan di Bali tertinggi di Indonesia, namun 2 tahun terakhir cukup turun drastis. Sehingga Gubernur Bali mengarahkan masyarakat untuk sementara waktu beralih ke Pertanian,” tuturnya.
Yang jelas lanjutnya, perhelatan WSBK telah memberikan angin segar ke NTB, Indonesia umumnya. Oleh karena itu, perlu Media memberikan informasi positif kepada publik.
“Bukan hanya Hotel saja yang memeberikan Hospitality, tapi Media juga perlu memberikan kenyamanan saat wawancara terhadap nara sumber dana nformasi yang membuat wisatan nyaman dan aman,” tutupnya.
Untuk Hotel, sangat penting Hospitality (keramahan) kepada tamu, karena harus memberikan kesan yang baik, seperti senyum, penampilan, tutur kata, bahasa, etika dan fasilitas yang ada.
Hadir juga dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB dan nara sumber lainnya. (TN-red)





