Bangun kerjasama dengan Pledge United, JFA buat sekolah sepak bola di Loteng

Lombok Tengah, Talikanews.com – Jontlak Football Academy (JFA) bangun kerjasama dengan Pledge United yang merupakan Yayasan Pemerhati sepak bola di negara Belanda, untuk membuat Sekolah Sepak Bola (SSB) usia dini di Lombok Tengah.
Kabar gembira ini tentunya disambut baik pecinta sepak bola di Bumi Tatas Tuhu Trasna, karena adanya dukungan dari Yayasan Sepak Bola Plus Indonesia (YSBPI) dan SSB Impaier Bandung, di bawah naungan Yayasan Pemerhati sepak bola asal negara Belanda Pledge United.
Ketua JFA, Nurhadi Kurniawan menyampaikan telah bekerjasama dengan YSBPI, IMPAIER Bandung dan PLEDGE UNITED untuk memberikan pelatihan sepak bola kepada anak-anak yang tergabung dalam JFA.
“JFA ini satu satunya sekolah sepak bola di NTB yang kerjasama langsung dengan PLEDGE UNITED. Secara keseluruhan ada 30 Kabupaten/Kota di Indonesia di bawah binaannya salah, satunya di Lombok Tengah,” tutur Nurhadi, Minggu 28 November 2021.
Sekolah sepak bola JFA ini berdiri tahun 2018, berpusat di Kelurahan Jontlak Kecamatan Praya Tengah. Bertujuan untuk mencetak generasi muda dalam sepak bola
“Awal mula terbentuknya JFA ini setelah FC Joker yang kita bina kewalahan regenerasi, sehingga tahun 2018, kami putuskan untuk mendirikan sekolah sepak bola JFA ini secara semi profesional bersama tim dan alhamdulillah sekarang ini jumlah siswa sebanyak 150 orang,” ujarnya
Direktur Teknik JFA, Irman Jauhari mengatakan dengan terbentutnya SSB JFA ini dapat menarik minat wali siswa untuk memberikan suport kapada anak-anaknya untuk ikut bergabung dalam SSB JFA. Berdasarkan pantauan di lapangan, dari 12 Kecamatan di Loteng ini, dukungan wali siswa untuk ikut daftarkan anaknya di SSB jauh dari kata kurang.
“Kita akui itu tetapi dengan adanya SSB JFA yang kita kelola dengan propisional ini kedepan di harapkan wali siswa tertarik untuk ikut daftarkan anaknya,” ujar Jauhari
Sekolah sepak bola JFA ini tambahannya bukan hanya belajar tentang mengolah kulit bundar saja, akan tetapi ada pemberian materi di luar dari mengolah kulit bundar.
“Untuk praktiknya diberikan 3 kali pelatihan selama seminggu yakni Selasa, Jumat dan Minggu,” paparnya
Sementara itu, Jhon Hemilton Coach asal Belanda yang berlisensi UFA ini mengatakan pihaknya bukan hanya sekedar memberikan pelatihan tetang mengolah kulit bundar saja, akan tetapi mengajak dan mengempanyekan kepada anak anak usia dini stop kekerasan terhadap perempuan.
“Saya berharap melalui kulit bundar ini kita bisa memberikan pemahaman kepada anak usia dini untuk stop kekerasan terhadap anak, karena melalui sepak bola ini dapat memberikan pelajaran terhadap anak didik tentang menghargai perempuan,” tutupnya. (TN-03)





