Spanduk WSBK/MotoGP Pulau Sumbawa dapat apa? DPRD NTB: Jangan berfikir negatif

Mataram, Talikanews.com – Adanya spanduk bertulis WSBK/MotoGP Pulau Sumbawa dapat apa? terpasang di beberapa titik dan beredar di group WhatsApp, langsung ditanggapi oleh salah seorang Anggota DPRD NTB, H Bohari Muslim.

Politisi Partai NasDem Dapil Lombok Timur mengatakan, spanduk itu seakan menyampaikan pesan adanya ketidakadilan dari sisi perhatian Pemprov NTB, khususnya bagi Pulau Sumbawa. Berfikiran hanya Pulau Lombok yang diperhatikan dan menikmati hasil dari adanya gelaran berbagai event dunia tersebut.

Bohari Muslim mengajak semua elemen masyarakat di Provinsi NTB agar tetap berfikir positif. “Justru kita harus bersinergi, jangan kita berfikir negatif. WSBK dan MotoGP itu perhelatan yang diberikan pemerintah pusat untuk kita berkompetisi. Pemerintah Provinsi NTB juga sudah memberikan slot, stand-stand gratis untuk para UMKM kita,” ujarnya, di Mataram.

Berbicara porsi perhatian, bagi H Bohari, semua Kabupaten/Kota di NTB diperlakukan sama tanpa ada yang dibedakan. “Saya rasa dan saya lihat nggak ada kabupaten/kota di NTB yang diperlakukan istimewa oleh Pemprov. Jadi nggak, menurut saya, spanduk atau hastag itu sedikit berlebihan,” ujarnya.

Padahal lanjutnya, dalam event WSBK, semuanya diperlakukan sama, terbuka dan diberikan peluang yang sama kepada Kabupaten/Kota di NTB untuk mempromosikan potensi daerahnya masing-masing. Baik itu dari UMKM-nya Pariwisata, maupun potensi lainnya.

Bicara Lombok Tengah, kata Ketua Fraksi Partai NasDem NTB itu, kebetulan saja Loteng sebagai lokasi acara karena Sirkuit disana. Oleh karenanya, dia mendorong pemda/pemkot di NTB untuk kreatif, bersinergi dalam mencuatkan berbagai potensi yang ada di daerah masing-masing.

Pemda/Pemkot di NTB juga diharapkan tidak menunggu segala sesuatunya. Melainkan harus lebih mampu melihat peluang, terutama dalam mengambil setiap peranan khusus untuk UMKM, sebagai bentuk kepedulian Pemprov dan DPRD NTB telah membuatkan Peraturan Daerah (Perda).

Terlebih Perda Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif, telah memberikan ruang bagi masyarakat untuk berinovasi kreatif. Hal itu sebagai bentuk perhatian Pemerintah Provinsi dengan DPRD NTB, menyediakan payung hukumnya.

Mengingat saat ini Kabupaten/Kota sedang melakukan penyusunan APBD, dia menyarankan agar lebih fokus memberikan perhatian lebih terhadap para UMKM. Dimana menyediakan slot anggaran untuk sebuah pembinaan terhadap para pelaku UMKM.

Begitupun terhadap Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) baik ditingkat Provinsi, Kabupaten/Kota diberikan slot atau support anggaran sehingga dapat melakukan pembinaan dalam mempromosikan berbagai potensi pariwisata di NTB.

“Sekarang dunia memandang kita, jadi inilah kesempatannya dan ini adalah kesempatan emas bagi kita semua mencuatkan berbagai potensi yang ada. Berikan slot anggaran untuk melakukan pembinaan terhadap UMKM dan pariwisata kita,” harapnya.

Menuju MotoGP pada Maret 2022 mendatang, anggota Komisi V DPRD NTB itu mengajak agar semua elemen berkolaborasi demi menjaga nama baik NTB. Dimana momen tersebut juga dinilainya sebagai kebangkitan NTB. Oleh karenanya, semangat kebersamaan menjadi point penting.

“Ayo kita sama-sama bersinergi/berkolaborasi. Kita harus kreatif dan harus mampu melihat peluang serta menjemput peluang itu juga, jangan menunggu. Mari kita bergandengan menyatukan langkah. Jadikan ini sebagai motivasi bersama untuk kebangkitan kita. Terutama bertumbuhnya ekonomi NTB,” pungkasnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button