Pertanyaan WSBK/MotoGP, Pulau Sumbawa dapat apa? Akhdiansyah: Silahkan kembangkan Samota

Mataram, Talikanews.com – Beredarnya Spanduk dan Hastag WSBK/MotoGP, Pulau Sumbawa dapat apa?, terus mendapat tanggapan dari para Anggota DPRD NTB. Kali ini, muncul dari Politisi PKB Dapil 6, Dompu, Bima dan Kabupaten Bima, yakni Akhdiansyah.

Sapaan Guru To’i menyarankan kepada pihak-pihak yang bertanya supaya kembangkan teluk Saleh, Moyo dan Tambora (Samota), yang ada di Pulau Sumbawa.

Anggota Komisi V DPRD NTB ini menjelaskan akronim dari Samota, yakni tiga kawasan wisata di Pulau Sumbawa Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora. Panorama di kawasan Samota sangat potensial mendatangkan wisatawan nusantara maupun mancanegara.

“Ketiga lokasi itu merupakan favorit karena mencakup pegunungan hingga dunia bawah laut. Samota layaknya ‘surga’ bagi para wisatawan. Kalau ditanya Pulau Sumbawa dapat apa, maka kita dapat Samota. Dengan mengembangkan destinasi itu, maka kita akan mendapatkan faedah yang begitu luar biasa. Samota itu sangat strategis untuk dikembangkan,” ungkapnya, Jumat 26 November 2021, di Mataram.

Menurutnya, sebelum Covid-19 melanda dunia dan NTB, banyak wisatawan yang lalu lalang melihat estetika dan keindahan yang ada di Samota tersebut.

“Contoh kasus, sebelum Covid-19 rute Bali ke Pulau Komodo, dia harus melewati dan mampir di Pulau Moyo dengan keindahannya yang menakjubkan. Itu menjadi rute penting bagi wisatawan mancanegara yang datang dari Bali,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menyarankan supaya mengedepankan politicall will atau keinginan Politik, Bupati/ Walikota di kabupaten Kota serta Pemprov Nusa Tenggara Barat untuk bersinergi menghadapi MotoGP di tahun depan.

“Selain itu, untuk mendukung itu semua, harus juga dibangun rel kereta api dari Pelabuhan Poto Tano hingga Bima. Itu saya yakin bisa mendongkrak perekonomian masyarakat Pulau Sumbawa,” sarannya.

Selain itu, dalam waktu dekat yang bisa dilakukan oleh masyarakat Pulau Sumbawa adalah mendorong Bupati Walikota untuk melatih anak-anak muda dan masyarakat umum berkreasi dengan membuat kerajinan tangan yang bernilai ekonomi tinggi. Kemudian tenaga kerjanya juga harus direkrut dari Pulau Sumbawa sebagiannya.

“Aya pikir itu yang harus dilakukan dan didorong oleh para Bupati Walikota di Pulau Sumbawa, sehingga tidak ada lagi yang bertanya Pulau Sumbawa dapat apa?” pungkasnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button