
Lombok Tengah, Talikanews.com – Progres Pembangunan Gedung Laboratorium IPA Terpadu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lombok Tengah, capai 73 persen. Gedung Lab serbaguna, luas bangunan 15 x 36 meter yang menelan biaya Rp 7,5 miliar itu dipastikan menjadi bangunan Laboratorium termegah di NTB.
Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah, Ahmad Sanhaji mengatakan, dari hasil laporan kontraktor, progres pengerjaan Gedung Lab Serbaguna MAN 1 Loteng sampai hari ini telah mencapai 73 persen. Artinya, progres pembangunan dapat terselesaikan sebelum tanggal 31 Desember 2021.
“Persentase progres ini berdasarkan hasil laporan kontraktor pelaksana,” ungkap Sanhaji sambil menunjukan hasil kerjanya. Kamis 25 November 2021.
Dalam proses pengerjaan, kontraktor berdayakan tenaga kerja lokal, gunakan sistem lembur siang dan malam hal itu di lakukan untuk mencapai target yang sudah ditetapkan.
“Saya optimis pengerjaanya bisa terselesaikan sebelum akhir tahun, karena pengerjaanya bisa kita katakan tingal finishing saja,” ujarnya
Dikatakan Sanhaji, meski kontrak kerjanya berakhir 19 Desember, pihaknya bisa saja mengambil dua opsi, pertama jika pekerjaan tinggal 3 persen yang belum terselesaikan setelah habis masa kontrak pihaknya bisa menjaminkan uang tunai di bank yang sudah di tentukan.
Opsi kedua, apa bila tahun ini tidak selesai maka dibolehkan pengerjaan dilanjutkan tahun 2022 dengan catatan, harus melaporkan hasil kerja susai Perpres nomor 12 tahun 2021.
“Sebenarnya bisa saja saya ambil salah satu dari dua opsi itu, tetapi kami tidak mau karena kami optimis dan yakin pengerjaanya bisa selesai sebelum akhir tahun,” tegasnya
Pembangunan gedung tersebut lanjutnya, akan dibangun berlantai tiga. Lantai pertama laboratorium, lantai kedua Perpustakaan terpadu dan lantai tiga gedung serbaguna. Anggaran pembangunan MAN 1 Loteng ini mencapai Rp 7,5 miliar.
Dari pagu anggaran Rp 7,5 miliar itu, setelah berkontrak untuk anggaran fisik Rp 4,6 miliar, untuk Mebeler Rp 753 juta, sementara untuk perencanaan Rp. 240 juta. Sedangkan anggaran pengawasan Rp. 310 juta , drainase Rp. 200 juta. Landskipnya Rp. 200 juta. Pengerjaan gedung itu selama 5 bulan, terhitung dari tanggal 12 Agustus – 19 Desember 2021.
“Dengan bertambahnya bangunan ini, pemerintah berharap keberadaan Madrasah dibawah binaan Kemenag akan menjadi corong masyarakat untuk menyekolahkan anak anaknya, sehingga nantinya semboyan Madrasah hebat dan bermartabat jadi kenyataan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Loteng, Lalu Syahdi mengaku, dengan adanya bangunan baru tiga lantai ini, tentunya akan memberikan nuansa baru di MAN 1 Loteng terutama peningkatan kualitas pendidikan.
“Semoga dengan adanya penambahan gedung ini, Kualitas pendidikan kita semakin membaik dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,”tutupnya. (TN-03*)