Ketum JKSN Provinsi NTB sambut baik rencana kedatangan Putri Wapres RI terkait MoU Bank Syariah

Mataram, Talikanews.com – Ketua Umum Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) Provinsi NTB, TGH Hazmi Hamzar sambut baik rencana kedatangan putri Wakil Presiden RI, Dr Hj. Makrifah Makruf Amin selaku Komisaris Utama Askrindo Syariah, di pulau seribu masjid, Lombok Provinsi NTB, untuk menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Bank NTB Syariah dengan PT Askrindo Syariah.
“Kami menyambut gembira kehadiran Putri Wapres RI, Ibu Hajjah Siti Ma’rifah Makruf Amin, di NTB. Apalagi kehadirannya di NTB dengan kapasitas sebagai Komisaris Utama PT Asuransi Kredit Indonesia Syaria’ah (Askrindo Syari’ah) untuk menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Bank NTB Syariah dengan PT Askrindo Syariah. Ini akan membawa angin segar bagi kemajuan Bank NTB Syariah dan membuat Bank NTB Syariah makin sehat kedepannya,” ungkap TGH Hazmi Hamzar, Senin 22 November 2021.
Menurutnya, dengan adanya MoU itu, Masyarakat juga tidak ragu lagi untuk menyimpan dananya di Bank NTB Syariah karena sudah ada Lembaga Asuransi Syariah yang menjamin keberadaan dananya di Bank tersebut.
Menurutnya dengan adanya penandatanganan MoU antara PT Bank NTB Syariah dengan PT Askrindo Syariah ini juga akan lebih memudahkan calon nasabah Bank NTB Syariah dalam mendapatkan kredit di Bank NTB Syariah.
“MoU ini maka calon nasabah Bank NTB Syariah tidak akan kesulitan lagi dalam mencari lembaga penjamin asuransi syariah seperti yang selama ini dirasakan masyarakat. Sebab kami mendengar banyak keluhan masyarakat bahwa selama ini banyak calon nasabah yang kesulitan mendapatkan kredit di Bank NTB Syariah karena tidak adanya lembaga asuransi kredit syariah yang bisa bertindak sebagai penjamin,” ujarnya.
Dengan hadirnya kerjasama ini lanjutnya, maka Bank tidak akan ragu lagi dalam mengucurkan kreditnya kepada masyarakat karena sudah ada lembaga penjamin asuransinya.
Pimpinan Yayasan Maraqitta’limat Mamben Lauq Lombok Timur Provinsi NTB, ini memberikan contoh ketika terjadi gempa besar di Lombok pada beberapa tahun lalu, fasilitas pendidikan yang dibangun dari kredit di Bank Syariah hancur diguncang gempa.
“Karena tidak diasuransikan, maka nasabah lah yang menderita kerugian karena tidak diasuransikan. Nasabah tetap membayar utuh kredit tersebut padahal bangunannya hancur akibat gempa besar yang terjadi. Dan itu sangat merugikan nasabah karena tidak adanya lembaga asuransi yang bekerjasama dengan pihak Bank,” ujarnya.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi NTB ini menambahkan, penandatangan MoU antara PT Askrindo Syariah dengan PT Bank NTB Syariah ini menurutnya akan digelar pada Selasa Pagi, 23 November 2021 di Hotel Prime Park Udayana Kota Mataram.
“Harapan kami, dengan adanya MoU tersebut, Bank NTB Syariah tidak ragu lagi dalam memberikan pinjaman kepada masyarakat,” tuturnya.
Bank NTB Syariah harus segera dan intens melakukan sosialisasi terkait keberadaan Askrindo Syariah ini. Apalagi berdasarkan pengetahuan kami, sedikit sekali Pondok Pensantren di NTB ini yang bekerjasama dengan Bank NTB Syariah. Dari total 700 Ponpes di NTB ini, paling banter yang bekerjasama dengan Bank NTB Syariah tidak mencapai 100 Ponpes. Ini juga diakibatkan karena kurangnya sosialisasi dan publikasi. Moga saja dengan adanya Askrindo Syariah ini, masyarakat lebih percaya kepada Bank NTB Syariah. (TN-red)





