Samsul Qomar memuji langkah Gubernur NTB dalam menyelesaikan sengketa lahan di Sirkuit Mandalika

Lombok Tengah, Talikanews.com – Langkah Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengambil alih penyelesaian sisa lahan di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, menuai apresiasi dari M. Samsul Qomar.
Ketua Pemuda Pancasila Lombok Tengah ini mengatakan, sikap gubernur yang memastikan membayar sekitar 21 titik yang belum diselesaikan oleh ITDC itu, patut di acungi jempol.
“Alhamdulillah, berkat Pak Gubernur, dari 21 titik lahan di sekitar Sirkuit Mandalika, sudah ada sembilan titik yang sudah klear dan akan dibayarkan tanggal 24 November. Ini kemajuan luar biasa,” kata sapaan MSQ, Kamis 18 November 2021.
Menurut MSQ, pada pertemuan antara pemilik lahan dengan Gubernur, di salah satu hotel di KEK Mandalika, direncanakan sisa lahan yang belum tuntas akan diselesaikan melalui mekanisme Satgas Khusus yang dibentuk oleh Gubernur Zulkieflimansyah.
“Disini, langkah maju dan keseriusan Pak Gubernur, wajib kita tunggu dan dukung. Apalagi, 11 titik itu justru lokasinya sama dengan yang sembilan titik lainnya. Yakni, di sekitar areal Sirkuit Mandalika,” ujar Ketua PP Loteng ini.
MSQ mengaku, TGH Fauzan Zakaria yang menjadi Ketua Tim Pejuang Lahan ITDC akan menyerahkan surat pengantar dan data-data terkait 11 bidang masuk dalam kawasan di dalam sirkuit yang belum di bayarkan
“Kita minta waktu pak Gubernur untuk menyerahkan data 11 bidang ini, soal selanjutnya pola yg akan di gunakan kami menunggu arahan dan informasi dari pemprov. Pastinya, sikap Pak Gubernur yang mau mendengarkan masukan dan aspirasi warga ini yang kami atensi,” jelas dia.
MSQ mengaku, itikad baik pemprov yang mulai melakukan take over terkait lahan bermasalah yang belum dituntaskan sangat berprikemanusiaan.
Apalagi, lanjut dia, warga yang saat ini menuntut keadilan adalah korban dari oknum oknum yang tidak bertanggung jawab selama ini.
“Perjuangan kami ini, murni soal keadilan dan kemanusiaan. Bayangkan Amaq Bengkoq, salah satu warga disekitar Mandalika, ia buta huruf dan hanya menuntut keadilan diatas lahan miliknya. Tapi, selalu sulit dilakukan, karena permainan oknum yang tidak bertanggung jawab,” papar MSQ.
Ia menambahkan, sikap Gubernur yang rela datang menemui warga, dirasa tepat sebagai sosok seorang pimpinan. Apalagi, dari pernyataan Gubernur, nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan akan selalu dikedepankan dalam menuntaskan lahan sisa di sirkuit Mandalika.
Di mana, target yang sudah ditetapkan. Yakni, sebelum perhelatan MotoGP tahun 2022, masalah sisa lahan tersebut sudah bisa dituntaskan.
“Sikap Pak Gubernur yang memastikan bahwa bukan hanya 21 bidang di dalam sirkuit saja, tapi seluruh masalah dan persoalan yg ada di kawasan KEK mandalika tanpa terkecuali akan tuntas, layak kita dukung semuanya,” tandas MSQ. (TN-red).





