Menjelang WSBK, DPRD NTB minta masyarakat menjaga kondusifitas, jangan beraktualisasi berlebihan

Mataram, Talikanews.com – Menjelang perhelatan event World Superbike (WSBK) tanggal 19 – 21 November mendatang, di Pertamina Mandalika Internasional Street Circuit. Salah seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB, Yek Agil, meminta kepada masyarakat supaya menjaga kondusifitas daerah, jangan beraktualisasi atau menyampaikan aspirasi dengan cara yang berlebihan.
“Perhelatan WSBK belum dimulai, sudah ada yang mengatakan boikot, hadang dan lain sebagainya. Ini akan berdampak terhadap kondusifitas. Pada ujungnya, wisatawan menilai bahwa NTB tidak kondusif,” ungkap Yek Agil, Kamis 11 November 2021, di Mataram.
Anggota Komisi II DPRD NTB ini menyampaikan, hajatan awal bersama bahwa, bagaimana gelaran event World Superbike (WSBK) berjalan sukses karena, salah satu momentum kebangkitan ekonomi pasca pandemi.
“Billstone WSBK dan MotoGP ini, banyak sekali player efek, syaratnya ketika daerah kondusif. Sehingga harus dikawal bersama, bangun suasana kondusif, kalaupun ada kekurangan dalam penyelenggaraan WSBK nanti, sangat wajar, karena tidak mungkin bisa 100 persen. Nah, kekurangan itu sebagai bahan evaluasi dan koreksi kita kedepan,” kata dia.
Menurut Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, terkadang aktualisasi masyarakat terlihat berlebihan. Contoh, jika ada masalah, ingin menutup, menolak, boikot bahkan aksi mimbar. Padahal lanjutnya, apa yang mengganjal itu bisa disampaikan dengan cara yang baik. “Kalau mau koreksi pemerintah sangat dipersilahkan, datangi berikan masukan yang konstruktif, tidak harus aksi boikot, ancam dan lainnya. Insya Allah pemerintah sangat terbuka, bisa juga melalui DPRD, kami siap menerima masukan itu,” ujarnya.
Yang harus dijaga, jangan sampai ribut, kemudian dibaca oleh negara luar, yang nantinya menganggap bahwa di NTB ada masalah, pada ujungnya mereka tidak jadi datang ke NTB.
“Kalau sudah selesai gelaran WSBK, silahkan mengkritisi, mana yang masih kurang, sebagai bahan evaluasi bersama. Karena, sudah ada dampak ekonomi yang bisa dirasakan dari kegiatan WSBK itu,” tegasnya.
Yek Agil mengakui, saat ini perekonomian masyarakat akibat pandemi Covid-19, cukup dirasakan susahnya. Namun masih bertumpu pada sektor pertanian, berbeda seperti Bali yang bertumpu pada sektor pariwisata, begitu pandemi, langsung wisatawan sepi.
“Kita harus sangat bersyukur apa yang sudah direncanakan pemerintah dalam program Gemilang di sektor pertanian sudah sesuai sehingga bisa membantu perekonomian masyarakat,” tuturnya.
Pada intinya, ia sangat berharap kepada semua masyarakat supaya menjaga kondusifitas, jangan terlalu beraktualisasi. Terlebih, penonton yang akan hadir di event WSBK sebanyak 25 ribu orang. Kalau kedatangan mereka memanfaatkan sektor dan komoditi yang ada, sudah berapa telur hasil peternak, beras, usaha lainnya bisa terjual.
“Sekali lagi, bagaimana menjaga kondusifitas itu lebih penting. Kalau kita tidak bisa menjaga itu, maka harapan kita untuk membangkitkan perekonomian masyarakat dan menjaga nama baik NTB melalui WSBK ini akan gagal,” tungkasnya. (TN-red)





