Masyarakat terendam Banjir, Kades Kabul Study Banding ke Yogyakarta

Lombok Tengah, Talikanews.com – Ratusan Kepala Keluarga korban Banjir akibat intensitas hujan tinggi Kamis malam di Desa Kabul Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, masih mengharapkan perhatian pemerintah, baik pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten dan Provinsi NTB.
Namun, Kepala Desa Kabul lebih memilih study banding ke luar daerah disaat masyarakat sedang dilanda musibah banjir.
Kepala Desa Kabul, Sahurim yang dikonfirmasi terkait kondisi terakhir korban Banjir yang dialami warganya, mengatakan dirinya sedang berada di Luar Daerah.
“Ampure (maaf) kebetulan tiyang (saya) lagi di luar daerah nike sanak (ini saudara). Lagi cari kos anak,” ungkapnya, Jumat 5 November 2021.
Sementara itu, BPD Kabul, Jumarse yang dikonfirmasi terkait kondisi korban banjir, lebih memilih diam.
Disatu sisi, Sekdes Kabul, Habiburrahman menyampaikan kondisi warga saat ini Alhamdulillah sudah kembali beraktivitas normal. Kalaupun ada banjir susulan tadi malam.
Habiburrahman memaparkan jumlah warga yang terdampak banjir sesuai data update sebanyak 153 kepala keluarga, dengan kategori berat sebanyak 43 kepala keluarga dan sisanya kategori sedang.
“Penanganan, Alhamdulillah pak gubernur dan Bupati Loteng turun bersama Dinsos Provinsi, BPBD Provinsi, Dinsos dan BPBD Kabupaten,” ujarnya.
Kedatangan Gubernur dan Bupati beserta Kepala OPD itu membawa paket sembako, makanan instan, air mineral, selimut, tikar, terpal, dan tenda darurat.
Kalau dari Pemdes lanjutnya, sudah menyiapkan lokasi pengungsian bagi korban banjir.
Habiburrahman juga membenarkan bahwa Kepala Desa sedang berada di Yogyakarta kaitan kegiatan studi banding.
“Benar pak kades sedang di Jogja, ada kegiatan studi banding bersama semua forum Kades se-Loteng,” tuturnya
Habiburrahman menambahkan, studi banding Kades itu merupakan program tahunan semua Kades seluruh Indonesia.
“Tujuan dari studi banding tahunan Kepala Desa, terkait dengan bagaimana desa-desa maju melakukan perencanaan pembangunan desanya yang nantinya bisa di adopsi oleh desa yang melakukan study banding. Selain itu kita juga meliat bagaimana perkembangan lembaga-lembaga desa maju di luar daerah karena lokasi yang dituju adalah selain ke kementrian, pasti bekunjung ke desa maju,” pungkasnya. (TN-red)





