153 anak di NTB ditinggal mati orang tuanya karena Covid-19

Mataram, Talikanews.com – Sebanyak 29 ribu anak di Indonesia dan 153 anak di NTB yang ditinggal mati oleh salah satu kedua orang tuanya karena Covid-19. Mereka ini harus terus diberikan pendampingan agar anak-anak tersebut tidak terlantar.

Atas dasar itulah Pemerintah Provinsi NTB terus mendorong seluruh wilayah supaya menjadi Kabupaten/Kota Layak Anak. Pemprov NTB tetap berkomitmen untuk mengawal upaya perlindungan anak dan perempuan dari segala permasalahan sosial kemasyarakatan yang dialaminya termasuk pemberdayaan anak dan perempuan yang orangtuanya meninggal khususnya akibat Covid-19.

“Begitu halnya UPTD Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB yang sudah terbentuk di Kabupaten/Kota agar terus mengawal, melakukan pendampingan dan melaksanakan tupoksi dengan sebaik-baiknya. Yang belum terbentuk UPTD ini kita dorong agar segera dibentuk,” ungkap Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah, Rabu 3 November 2021.

Kepala DP3AP2KB NTB Ir. Hj. Husnanidiaty Nurdin melaporkan, hingga Oktober 2021 di NTB tercatat sebanyak 153 anak Yatim ataupun Piatu yang ditinggal salah satu orangtuanya akibat Covid-19, rincian 88 laki-laki dan 65 perempuan.

Pemprov NTB tidak tinggal diam menghadapi persoalan anak dan PEKKA akibat Covid-19. Perempuan dan anak ini terus M mendapatkan perhatian dengan telah terbentuknya enam UPTD DP3AP2KB Kabupaten/Kota untuk menangani persoalan yang dihadapi anak dan perempuan di NTB.

“Kita mendorong Kabupaten/Kota yang belum terbentuk agar segera mengikuti Kabupaten/Kota lainnya yang sudah terbentuk,” tegasnya.

Kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlundungan Anak, Bintang Puspayoga ke NTB, langsung mengunjungi keluarga Asnawati dan anaknya Diana warga Babakan Utara, Kota Mataram yang ayahnya meninggal karena Covid-19. Kesempatan itu dimanfaatkan Menteri Bintang dengan memberikan bantuan kebutuhan pendidikan dan pemberdayaan PEKKA kepada istri Almarhum Bahrain.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Gusti Ayu Bintang Puspayoga, mengingatkan akan pentingnya sinergitas, kolaborasi dan kemitraan dengan institusi, lembaga lainnya seperti TNI-POLRI, Forum Zakat, BAZNASDA dan lainnya untuk melakukan kerja-kerja perlindungan dan pemberdayaan anak dan perempuan di NTB.

Bintang Puspayoga menilai, upaya pemenuhan hak atas anak dan perempuan di NTB selama ini sudah berjalan cukup baik. Ini tak terlelas dari komitmen Pemprov NTB dan seluruh Kabupaten/Kota se NTB yang memiliki kepedulian terhadap masa depan anak dan pemberdayaan perempuan sebagai Kepala Keluarga.

Sinergitas semua pihak memang diperlukan dalam penanganan anak dan pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) sebagai dampak Covid-19.

“Kita berharap dengan perhatian bersama terhadap anak-anak penerus bangsa akan lahir generasi-generasi sukses masa depan. 29 ribu anak di Indonesia dan 153 anak di NTB yang ditinggal oleh salah satu kedua orang tuanya karena Covid-19 bisa terus diberikan pendampingan agar anak-anak kita tidak terlantar,” tutup perempuan asal Pulau Dewata Bali ini. (TN-red)

Related Articles

Back to top button