Beredar undangan terbuka aksi Solidaritas anti Diskriminasi Difabel di Bandara Lombok

Lombok Tengah, Talikanews.com – Beredar undangan terbuka aksi solidaritas anti diskriminasi terhadap kaum Difabel yang menimpa Lalu Ahmad Fatoni atau Bajang Tony, di Bandara Lombok, Senin 25 Oktober 2021, pukul 09.00 Wita, di media sosial.
Salah seorang pegiat sosial kemanusiaan Tulus Angen Comunity (TAC) Loteng, Debi Margadi Kusuma, membenarkan undangan terbuka itu dan beberapa LSM, pegiat sosial, pegiat lainnya sudah konfirmasi kehadiran untuk aksi solidaritas anti diskriminasi difabel itu.
Sapaan Amaq Ketujur menegaskan, di era sekarang ini, seharusnya hal demikian tidak perlu terjadi, ditengah perhatian dunia terhadap penyandang disabilitas.
“Kita lihat beberapa tahun ini pada event-event internasional misalnya ada PARALIMPIADE olahraga untuk penyandang disabilitas sudah mulai membumi. Pemerintah juga sedang menggalakkan akses untuk para disabilitas agar keterbatasan mereka perlahan tak lagi menjadi hambatan. Justru di Bandara Lombok, disebuah acara, ada diskriminatif Difabel,” cetusnya Minggu 24 Oktober 2021.
Dia sangat menyayangkan ada perusahaan BUMN sekelas Angkasa Pura 1 masih mengadopsi diskriminasi itu.
“Kita aksi itu agar tidak terjadi lagi perlakuan diskriminatif terhadap para penyandang disabilitas, dimana pun. Bila perlu AP 1 juga harus mengakomodir para disabilitas menjadi karyawan di Bandara,” pintanya Debi Margadi Kusuma.
Relation Manager Angkasa Pura I Bandara Lombok, Arif Haryanto mengaku tidak tahu tentang susunan acara atau kegiatan yang di gelar Angkasa Pura Hotels (APH). Bahkan dirinya hadir dalam acara itu sebagai tamu undangan.
“Wah, saya gak terlibat di acara tersebut. Itu acaranya APH. Saya hadir karena acaranya dilakukan di Bandara dan sebagai tamu undangan juga,” bantah Arif.
Terkait curhatan Bajang Tony itu kata Arif, kalau kaitan sebagai MC, murni pihak APH yang paham dan menurut informasi dari pihak APH sudah dikomunikasikan sebelumnya dengan Bajang Tony.
“Acara tersebut juga saya baru dikabari kemarin sore. Kalau soal MC, pihak APH yang paham, tetapi saya sudah minta pihak penyelenggara untuk segera mengklarifikasi agar jangan bawa nama Angkasa Pura,” tutupnya. (TN-03)





