Event Hutama Karya Enduranve Challenge ajang uji coba WSBK dan MotoGP

Mataram, Talikanews.com – Event Hutama Karya Enduranve Challenge (HKEC) yang akan di helat tanggal 15 – 17 Oktober mendatang merupakan ajang uji coba world Superbike dan MotoGP di Sirkuit Mandalika Lombok yang dihadiri 18 Negara. Persiapan teknis maupun non teknis sudah tuntas.

“Keseluruhan event yang siap digelar dalam waktu dekat ini, muaranya adalah pemulihan pariwisata dan ekonomi NTB. HKEC ini ajang ujicoba rentetan sport event internasional yang akan digelar di Lombok-NTB,” Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi, Rabu 13 Oktober 2021 di Kantornya.

Yusron menjelaskan, ujicoba ini terkait kesiapan pemerintah daerah sebagai tuan rumah, kesiapan sumber daya manusia, akomodasi dan kesiapan infratsruktur yang selama ini menjadi fokus pembangunan di NTB.

Terkait kesiapan infrastruktur, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang NTB, Ridwan Syah, melihat HKEC ini sebagai sebuah strategi untuk memastikan dunia pariwisata NTB bangkit.

Ridwan Syah juga menyebut HKEC sebagai pemanasan menuju event MotoGP. Menariknya, pemerintah daerah NTB sudah mencapai kata sepakat dengan HK, event ini akan ditetapkan sebagai event tahunan. HK juga mendukung penuh event MotoGP.

Ridwan Syah juga memastikan seluruh fasilitas dan infrastruktur pendukung event siap 100 persen. Seluruh rangkaian acara, transportasi, prasarana, management, rekayasa lalu lintas, dan kesehatan sudah siap.

“Akan ada pelibatan UMKM. Keterlibatan UMKM ini untuk menguatkan posisi UMKM sebagai pendongkrak ekonomi masyarakat NTB. Dipastikan tanggal 17 itu, by pass selesai dan acara ini untuk ujicoba walaupun belum diresmikan. Tidak ada lagi masalah, jalan itu bisa dilalui. Sekali lagi, ini momentum bahwa kita siap gelar WSBK,” terang Ridwan Syah.

EVP of Corporate Secretary PT Hutama Karya (Persero) Tjahyo Purnomo, meyakinkan semua pihak kegiatan ini akan terus berlanjut. Event HKEC ini diikuti peserta asing dari 18 negara internasional, mewakili 5 benua Eropa.

Pesertanya saat ini berada di Indonesia. Seyogyanya acara ini akan digelar Agustus. Namun karena terkendala pandemi jadwalnya mundur. Acara ini diikuti atlet-atlet berpengalaman. Rutenya sejauh 123 kilometer. Dari Gili Air Lombok Utara ke Pantai Sire, bersepeda hingga kawasan ITDC dan berlari sepanjang 20 kilometer. “Ini bukan event kaleng-kaleng,” terang Tjahyo.

Event ini, lanjutnya, diikuti 100 peserta. In8 bukan kaleng-kaleng karena sekelas Asia, Bahkan dunia. Banyak kegiatan lain yang kami gelar dalam upaya memulihkan pariwisata Indonesia. Acara ini sudah dipersiapkan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan. (TN-red)

Exit mobile version