Pemerintah Pusat dan MGPA silang pendapat terkait penonton WorldSBK

Lombok Tengah, Talikanews.com – Pemerintah pusat dengan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) masih silang pendapat terkait penonton pagelaran event World Superbike (WSBK) tanggal 19-21 November mendatang, di Sirkuit Mandalika.
Pemerintah pusat memastikan untuk gelaran World Superbike (WSBK) dan MotoGP melibatkan penonton. Syaratnya 70 persen vaksinasi dan skenario manajemen lalu lintas, pintu masuk, pelayanan transportasi dan prosedur penanganan pandemi mulai dibahas selain persiapan infrastruktur yang mendukung kehadiran penonton dalam gelaran balap dunia itu.
“Pemerintah pusat menginginkan gelaran WSBK melibatkan penonton meskipun MGPA tetap akan menggelar walau tanpa penonton,” ujar Deputi Kementerian Koordinator Ekonomi, Wahyu Utomo di kantor ITDC, Kuta, Loteng, NTB, Minggu 26 September 2021.
Dijelaskannya, efek multi dari kehadiran penonton di Sirkuit Mandalika menjadi kesempatan NTB mendapatkan pemasukan selain denda cukup besar yang dikenakan asosiasi MotoGP bagi penyelenggara lokal dalam hal ini MGPA jika digelar tanpa penonton. Sehingga Wahyu Utomo meminta capaian vaksinasi dan skenario penanganan penonton dimatangkan.
Sementara itu, Project Manager ITDC Ari Ardiansyah, menjelaskan kapasitas Sirkuit Mandalika menampung penonton terbagi atas 50.000 di area grand stand (festival) di beberapa titik pinggir lintasan, 7.700 tempat duduk hospitality suite dan non tempat duduk 138.000 yang total kapasitas sirkuit Mandalika mencapai 195.700 penonton.
Tim pembalap MotoGP sendiri yang terdiri dari pembalap, mekanik, crew dan media totalnya sebanyak1.200 orang dengan skenario bubble travel yang meminimalisir interaksi dengan lingkungan sementara penonton diwajibkan setidaknya telah satu kali vaksin dan protokol kesehatan (rapid antigen) di pintu masuk sirkuit yang diverifikasi melalui aplikasi PeduliLindungi.
Ditambahkannya, kedatangan kargo peralatan pembalap dipastikan dalam satu waktu, sementara rombongan MotoGP dan penonton akan datang bertahap selama tiga hari gelaran. Pelaksanaan balapan dipastikan 19 – 21 November 2021 berturut turut dengan event free practice, qualification race day. Namun mulai 12 November, sirkuit Mandalika telah digunakan untuk balapan Junior MotoGP level Asia.
Sebelumnya, Head of Marketing Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Aji Perdana, menyampaikan, untuk penonton event World Superbike itu sekitar sekitar 20 – 30 persen, beralasan menjaga protokol kesehatan. Meskipun dilihat dari kapasitas total tribun, bisa menampung lebih dari 150 ribu penonton. Hanya saja, untuk menjaga protokol kesehatan (ProKes), mungkin dari pihak MGPA akan menyiapkan tempat sekitar 20-30 persen kapasitas.
“Ini kita lakukan untuk mencegah penyebaran dan memutus rantai Covid-19,” ungkapnya Sabtu 25 September 2021.
Dia menyinggung terkait informasi penjualan ticketing WSBK. Sampai saat ini, belum ada aktivitas penjualan. Karena, sebagai penyelenggara masih menunggu arahan dari pemerintah pusat, menyangkut jumlah penonton yang di izinkan pada acara event internasional bulan November mendatang.
“Segera kita umumkan setelah kami dapat konfirmasi dan izin dari pemerintah pusat,” kata dia.
Disinggung mengenai detail harga ticket, karena ada bocoran untuk kelas biasa Rp 500 ribu, kemudian kelas menengah Rp 1,5 juta dan kelas VIP tembus Rp 16 juta per orang? Aji Perdana menjelaskan, belum bisa disampaikan, detail harga ticket akan di umumkan setelah mendapat konfirmasi dan izin dari pemerintah pusat. (TN-red)





