Giliran RSUD Praya Dibentangkan Kain Putih Meminta Direktur segera Mundur

Lombok Tengah, Talikanews.com – Pengunjung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, dikagetkan dengan adanya pemasangan kain putih sepanjang 150 Meter, Rabu 15 September 2021.

Pemasangan kain putih itu bentuk meminta Direktur RSUD Praya, dr Muzakir Langkir mundur dari jabatannya karena masyarakat merasa kecewa atas kinerjanya dalam melayani sektor kesehatan.

Koordinator Lapangan Jaringan Pemuda dan Mahasiswa Nusantara (JAPMA) NTB, Kusnadi Unying menyampaikan, pemasangan kain putih ini sudah berlangsung selama Empat hari, di mulai dari Kantor Bupati, Kantor Kejaksaan Negeri Loteng, hari ini di RSUD Praya. Bentuk kekecewaan terhadap kinerja Direktur RSUD Praya.

“Ini bentuk kekecewaan kami terhadap kinerja Direktur RSUD Praya dan Bupati Loteng yang belum mengganti Direktur Rumah Sakit,” ungkapnya Rabu 15 September 2021.

Dikatakan Kusnadi Unying, bukan hanya kecewa atas kinerja Direktur Rumah Sakit, namun ada sesuatu yang kini kasus dugaan korupsi Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) di Unit Transfusi Darah (UTD) di bawah Dinas Kesehatan sedang ditangani Kejaksaan, mencapai Rp 2,7 Miliar.

“Kegiatan kita hari supaya dir RSUD ini segera diganti, jadi pak Bupati atau Wakil Bupati agar segera mengganti Direktur RSUD ini,” katanya.

Kusnadi Unying memaparkan, ada yang janggal ketika kepala daerah mempertahankan dr Langkir sebagai Direktur RSUD Praya dan dipercaya menjabat Plt Kepala Dinas Kesehatan.

Padahal, dalam program 100 hari kerja Bupati Loteng, H L Pathul Bahri, berjanji akan mengganti Direktur RSUD Praya dan Jajaran Direksi PDAM, karena terlalu banyak keluhan menyangkut pelayanan.

Saat mutasi beberapa waktu lalu, dari janji Bupati, hanya Direktur RSUD Praya tidak diganti, sedangkan jajaran Direksi PDAM sudah dirombak. Artinya, patut dipertanyakan ada apa dibalik mempertahankan Direktur RSUD Praya.

“Apakah ada kaitan dengan dugaan korupsi UTD yang sedang ditangani Kejaksaan?,” tegasnya.

Intinya, sebagai pegiat masyarakat meminta kepada Direktur RSUD Praya mundur karena sangat kecewa atas pelayanan selama ini.

Sebelumnya, Direktur RSUD Praya, dr. Muzakkir Langkir dikonfirmasi menanggapi santai adanya tuntutan masyarakat yang berkeinginan mencopot dirinya dari jabatan itu.

“Suruh saja copot saya, saya akan pergi,” jawabnya singkat.

Kalau dilihat dari evaluasi pelayanan mutu digital yang ada disana, sudah 85 persen pelayanan kepuasan yang diberikan oleh pengunjung Rumah Sakit.

“Wajar kalau ada yang tidak puas,” pungkasnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button