Kecewa, Kain Putih Bertulis Copot Direktur RSUD Praya Dibentangkan Depan Kantor Bupati

Lombok Tengah, Talikanews.com – Kain putih sepanjang 100 Meter, bertuliskan Copot Direktur RSUD Praya, dibentangkan depan Kantor Bupati, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pemasangan kain putih tersebut bentuk kekecewaan atas janji Bupati, H. Lalu. Pathul Bahri saat 100 hari kerja menjabat sebagai Kepala Daerah.

Sebelumnya, Bupati berjanji ingin memperbaiki pelayanan kesehatan di Rumah Sakit tersebut, karena selama Direktur RSUD Praya, dijabat dr Muzakir Langkir, selalu muncul keluhan.

“Dulu pak Bupati janji, akan ganti Direktur RSUD Praya dan Direksi PDAM. Nah, kalau Direksi PDAM, sudah dipenuhi, yang belum ya Direktur RSUD Praya. Ada apa iya?,” ungkap Aliansi Jaringan Pemuda dan Mahasiswa Nusantara (JAPMA), Saidin Alfajari, Kamis 9 September 2021.

Saidin memaparkan, pasca Bupati – Wakil Bupati Loteng di lantik. Dalam 100 hari kerjaannya akan evaluasi semua kinerja kepala OPD. Saat itu, Bupati fokus berkantor di RSUD Praya dan PDAM, sedangkan Wakil Bupati di Dinas Dukcapil.

Yang menjadi pertanyaan, pada mutasi beberapa hari lalu, haknya dr Langkir yang tidak di rolling. Padahal, terdapat dugaan kasus korupsi biaya pengelohan darah pada Unit Transfusi Darah (UTD) sebesar Rp 2,7 Miliar, yang saat ini sedang ditangani Kejaksaan Negeri Loteng.

“Nah, ada apa dibalik dr Langkir di pertahankan. Apakah ada kaitan dugaan aliran biaya pengelohan darah itu ke pejabat tinggi daerah. Ini sebabnya kami pertanyakan sikap Bupati,” kata dia.

Selain itu lanjut Saidin, bicara soal pelayanan di RSUD Praya, belum ada perubahan. Bahkan terus menjadi keluhan masyarakat.

“Apa hasilnya 100 kerja Bupati Loteng. Apakah ada indikasi dibalik mempertahankan dr Langkir,” tegasnya.

Saidin juga berjanji akan membentangkan kain putih ukuran 50 meter depan Kejaksaan Negeri Loteng. Namun, khusus di Kejari, bentuk dukungan kepada aparat penegak hukum untuk terus membongkar siapa saja terlibat dalam kasus dugaan korupsi UTD yang sedang di tanganinya.

“Kami mendukung Kejari Loteng bongkar oknum yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi itu,” ketusnya.

Bupati Loteng, H.L Pathul Bahri yang dikonfirmasi via telpon, belum memberikan jawaban.

Sementara itu, Direktur RSUD Praya Muzakkir Langkir menanggapi santai adanya tuntutan masyarakat yang berkeinginan mencopot dirinya dari jabatan itu.

“Suruh saja copot saya, saya akan pergi,” jawabnya singkat.

Kalau dilihat dari evaluasi pelayanan mutu digital yang ada disana, sudah 85 persen pelayanan kepuasan yang diberikan oleh pengunjung Rumah Sakit.

“Wajar kalau ada yang tidak puas,” pungkasnya (TN-red/03)

Related Articles

Back to top button